say ohhh say….
Pagi pagi mbuka Facebook dan ada berderet email dan salah satunya dari seseorang yang kalau nggak salah ingat pernah disebutkan oleh suami saya sebagai teman AKRAB semasa mereka SMA. Sebut saja namanya grandong.
Email itu berisikan tentang komplainan dia tentang suami saya. Intinya simple, dia mau saya ngajarin suami saya jangan menyebut kata "SAY" sama istri orang. Wow…saya flashback ke diri saya sendiri, saya sering sekali memanggil seseorang yang akrab dengan saya baik laki maupun perempuan dengan kata "SAY" dan menurut saya kata itu tidak bermakna sama sekali. Antara saya dan suami saya kadang juga terlontar ucapan itu, selain tentu saja dengan panggilan kami sehari hari yaitu "Mas" atau "In". Pun kata itu saya gunakan juga untuk memanggil teman sejawat saya di tempat kerja yang notabene juga laki laki.
Hmmmm…dia yang super sensitif atau saya yang nddableg??? Dan apa urusannya dengan saya??? Itu saja yang jadi pemikiran saya pagi ini. Saya belum konfirmasi dengan suami saya, dia masih tidur karena habis shift malam. Hanya saja, saya ambil pelajaran penting tentang ini. Kadang bagi seseorang yang OPEN MINDED panggilan seperti itu hanya sesuatu yang menunjukkan keakraban dan bagi seseorang yang kebetulan mungkin agak KUNO dan ANEH, panggilan seperti itu sudah merupakan PENGHINAAN bagi dirinya…
Dan anda tau apa yang saya lakukan?? Saya mau lihat seperti apa wajah grandong ini, wowww……ayuan aku nang ndi ndi rek keh keh keh…..Dan saya jawab dia dengan balasan yang saya banget(hehe) ", woww what happen aye naon atu neng?? sabar bow…secara gw gak kenal ma situ!!"
that’s it…finished!!!!!


