girasku ing panguripan…

March 2, 2007

bulan

Filed under: just writing

"..ntang", kata krucilku sambil nunjuk langit tadi malam

"oalah nduk, itu bukan bintang, tapi bulan…buuulannn"

"..ntang", katanya lagi sambil tersenyum…halah wes karepmulah ndukemoticon

akhir2 ini jarang sekali bisa melihat bulan bulat penuh seperti yang kami lihat semalam. Gak tau kenapa, tapi bisa lagi melihat bulan di langit Bintaro itu suatu anugerah bagiku…mungkin itu suatu hal yang biasa bagi anda2 semua, tapi tidak buatku.

Aku yang di besarkan di sebuah desa kecil di Kediri, tepatnya nama desa itu Kayenlor*pernah ada kejadian orang di kantor pos salah ngeja nama desaku, katanya namanya aneh*. Di desa itulah aku menghabiskan masa kecil yang bisa d bilang indah. Yang paling aku ingat, adalah baan*plesteran dari semen yang biasanya d gunakan untuk menjemur padi di siang hari* punya mbah ji, yang setiap malam sehabis jam belajar buat tempat ngetem kami main gobak sodor, jumpritan, monyet2an.Ritual terakhir, kami*aku, mbak tri, mas san, mas danang dan beberapa teman lain berbaring barengan d baan itu tanpa rasa takut gatel karena debu bekas jemur padi. Dan yang kami lakukan hanya memandang langit yang sangattt banyak bintang dan bulan sepenuh lingkaran. Biasanya kami menjalin bintang2 itu untuk membentuk rasi seperti yang d ajarkan guru d sekolah. Terus seperti itu sampai para orangtua kami memanggili kami untuk tidur.

Kebiasaan itu menghilang setelah masing2 dari kami memasuki usia remaja dan sudah merasa malu untuk bermain2 seperti itu…

Sekarang Baan mbah Ji sudah berubah menjadi rumah magrong bercat hijau dan di tinggali oleh mbak tri yang sudah berkeluarga dengan 2 anak*mbah ji adalah orangtua mbak tri.

Mungkin anakku tidak akan pernah tau apa itu gobak sodor, apa itu jumpritan, apa itu bantengan atau monyet2an…sedih juga kalau ingat"sebuah permainan yang bisa mengajarkan sosialisasi antar anak". Saat ini krucilku hanya bisa main sendiri dengan permainan yang aku beli atau ke tempat bermain di mall.

ahh jadi ingat lagu anak2 yang selalu kami nyanyikan sambil tiduran memandang bulan sepenuh bulatan.

yo prokonco dolanan neng njobo, padang bulan padange koyo rino, rembulane ne sing ngawe-awe, ngelingake ojo podho turu sore






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham