ngilangin suntuk
Kamuflasi
Rumah bercat putih itu hanya ada satu pintu menghadap ke utara, dan satu jendela di sebelahnya. Selebihnya hanya tembok.
Di dalamnya terdapat sepasang suami istri muda. Mereka baru menikah setahun yang lalu. Untuk ukuran usia mereka, mereka masih sangat muda saat memutuskan untuk membina suatu hal yang disebut pernikahan dengan komitmen di dalamnya.
Pagi itu waktu baru menunjukkan jam 4 pagi, sang wanita terbangun lebih dahulu setelah mendengar bunyi dering beker dari jamnya. Dengan sedikit mengantuk dia terbangun, dikuceknya matanya. Dan dilihatnya sang suami yang masih terlelap disampingnya bagai bayi yang tidak sedikitpun terganggu dengan bunyi beker yang berdering2. Di matikannya beker dan dilihatnya lagi suaminya yang tetap terlelap, senyuman sinis muncul dari bibirnya,” ah tentu saja, mana mungkin dia bangun. Ada bompun mungkin dia tetap aja tidur, pemalas tingkat tinggi!!”, Dengan malas dia beranjak dari tempat tidur dan dengan masih menahan kantuk dia menuju ke ruang tengah.
Dengan malas, mulailah dia melakukan ritual paginya. Membereskan semuanya yang berserakan mulai dari ruang tamu, ruang keluarga sampai dapur. Di kumpulkannya piring2 dan gelas2 yang berserakan dan di tumpuknya di dapur, mulailah dia mencuci semua piring dan gelas2 kotor itu. Setelah itu dia mengambil sapu dan di bersihkannya rumah itu, dia mau saat suaminya terbangun dia sudah melihat semuanya bersih. Setelah beres, dia memasak air panas dan menyiapkan kopi untuk suaminya bersamaan dengan di jerangnya penggorengan dan di gorengnya satu telur setengah matang untuk sang suami, setelah matang di taruhnya di atas meja makan, ditutupnya rapi. Dan diapun ke kamar mandi untuk mandi pagi, dengan bernyanyi2 kecil dia sudahi mandi pagi itu dengan berbalut handuk ke kamarnya. Di lihatnya suaminya masih tidur,” dasar pemalas!!” runtuknya lagi…
Wanita itu mulai memilah2 baju yang menurutnya pas untuk di pakainya pagi itu, ahh ini dia!!serunya dengan girang, di pakailah gaun hijau tua itu, dia berkaca dan dilihatnya mukanya yang pucat kedinginan, di sapukannya bedak dan lisptik warna merah jambu ke bibirnya…dia sudah tampak cantik.
Dengan bergegas dia keluar dari rumah bercat putih itu, jam masih menunjukkan 6.30pagi. Dia berjalan dengan cepat, dan dilihatnya di gang depan, sang pujaan hati sudah menunggunya…ahh hari ini ternyata tidak sejelek biasanya. Langkahnya pun bergegas bagai angin yang menyapu pipinya yang merah jambu,” aku datang kekasihku” bisiknya lirih dengan senyum yang merekah…
Dan daun2 tehpun ikut bernyanyi untuk mereka
——————————————————

jadi ini ceritanya tentang siapa ?
apa lagi musim cerita selingkuhan yah ?? haha
Comment by mata — March 5, 2007 @ 083am
Wanita yang baik…
sebelum selingkuh masih mengurusi keperluan suaminya. Heheheee…
Comment by thya — March 5, 2007 @ 393am
whua… kabar buruk itu memang lebih menarik daripada kabar baik.
ayo ayo gimana detailnya?
Comment by kw — March 5, 2007 @ 353am
menunggu kelanjutan babak ke-2 di posting-an selanjutnya… *usulan ide: suaminya nunggu selingkuhan padahal pura2 tidur :d* huahahahhaa…
Comment by danu — March 5, 2007 @ 563am
Yang pasti, selingkuh itu hebat. Dapat mengakibatkan sebuah postingan di kala kita suntuk.
hehe
Comment by arifkurniawan — March 5, 2007 @ 473pm
hasil dari imajinasi sewaktu suntuk? hebat2!! ada bakat jadi cerpenis nih.
Comment by joni — March 5, 2007 @ 003pm
ini bukan cerita selingkuh… ini cerita tentang CINTA yang bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan siapa saja….
hehe… laen ndiri…
Comment by arnov — March 5, 2007 @ 153pm
Yap…cerita selingkuh lagi…yang mana nih mei? hehehehehe
Comment by endang — March 5, 2007 @ 443pm
slingkuhan bisa nambah semangat yah…semangat bangun pagi
Comment by kenny — March 6, 2007 @ 053am
wah ada selingkuhan baru ni??
kok bisa ada yang lain ya???
Comment by cloudy — March 6, 2007 @ 033am
SLI *Selingkuh Itu Indah* mba hehehehehe ga ding….mayan berat euy kasusnya…..musti diselesaikan dulu tuch proses perceraiannya baru dech cari calon suami yg baru
Comment by wiedy — March 7, 2007 @ 333am
ups salah koment euy..maaf maksudnya nich mo comment postingan SOS
Comment by wiedy — March 7, 2007 @ 573am
tak kira….di nunggu “kekasih hati” di ujung jalan itu tukan ojeg langganan buat nganterin ke knt….taunya selingkuh toh? heuheuheu
trus…truss..truss…*halah kho terus terus jadinya? hahahaha*
Comment by nila — March 10, 2007 @ 453pm
Pikiranku nyaris sama dengan mbak Nila, tapi yang aku pikir tadi yang nunggu di depan gang itu tukang sayur
)
Comment by Aryo Sanjaya — March 22, 2007 @ 213am
selingkuh tapi masih mikir suami ya? niat ga sih selingkuh? he..he.. salam kenal
Comment by wiwin — July 2, 2007 @ 597am
Selingkuh lebih hot dari dirumah Kata orang
Yang sebenarnya ngak tahu dech apa betul begitu
Comment by cokro — August 30, 2007 @ 278am