girasku ing panguripan…

March 13, 2007

sadness

Filed under: just writing

dia menidurkan anak2nya dengan susu yang sebelumnya sudah dicampurkan dengan racun jenis potasium. Anak2nya berjajar rapi dengan berbajukan piyama tidur rapi, disisirinnya anak2nya dan diberikannya susu itu untuk obat tidur mereka selama2nya…masing-masing dari mereka berusia 10 tahun, 8 tahun, 6 tahun dan yang terkecil 9 bulan.

Aku terdiam saat mendengar berita ini pertama kali di radio sonora kemarin sore, dan di ulang lagi di televisi sepanjang malamnya. Miris, ngeri, horor, bertanya2 dan pada akhirnya berpikir bahwa sang Ibu benar2 gila!!! Sebagai seorang ibu, aku heran, apa hak dia memutuskan untuk mengambil nyawa oranglain??walaupun itu anaknya sendiri, dia punya hak untuk bunuh diri, tapi dia tidak punya hak untuk mengambil nyawa anaknya sendiri.

Aku pernah ngobrol dengan teman tentang aborsi, disatu sisi aku setuju aborsi itu dilegalkan karena itu akan mengurangi jumlah pembunuhan anak yang dilahirkan tidak diinginkan, daripada mereka melakukan aborsi itu dengan tidak benar dan akhirnya malah membahayakan nyawa mereka sendiri. Tapi temanku mendebatnya, dia bilang anak itu bisa hidup dengan sendirinya, gak ada hak kita(manusia)untuk membunuhnya, kalaupun tidak bisa d rawat kasih ke panti asuhan*itu kata dia.

Benar juga, saat seorang janin itu sudah ada di perut ibunya, dia sudah bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, dan dengan penuh sayang pula dia dilahirkan, pada dasarnya tak ada manusia ataupun seorang ibu yang tega membunuh darah dagingnya sendiri, anak yang dia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya.dan pada saat seorang ibu memutuskan unutuk mengakhiri hidup anaknya itu mungkin dia pikir itu yang terbaik bagi mereka*atau dirinya???

tak taulah, yang pasti aku sangat menyayangkan, menyesalkan, dan sangat heran dengan tindakan ibu tersebut. Mungkin dia berpikir dengan dia mengajak serta ke4anaknya unutuk mati bersama dia, dia tidak akan menelantarkan sang anak2 itu dan akan memastikan mereka aman. Tapi itu pikirnya dia bukan??bagaimana dengan anak2nya??mereka punya hak masing2 unutuk hidup, apapun hidup itu sendiri bagi mereka nantinya…

ahh…semoga kejadian ini tidak akan terulang lagi di tempat2 lain, dan semoga arwah2 mereka diterima disisiNya, amien…

13 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2007/03/13/sadness/trackback/

  1. waaa… kegagalan besar marketing kondom.
    juga penyampe suara langit!

    Comment by kw — March 13, 2007 @ 053am

  2. mang bapaknya kemana mba??? kok cuma sang ibu yg merasa berat menghidupi ketiga anaknya itu sehingga mengambil keputusan bunuh diri bersama anak2nya ???

    Comment by wiedy — March 13, 2007 @ 413am

  3. dasar orang gila…

    kalau ngga niat punya anak napa bikin anak…
    apa kayak gitu masih ada istilah “surga ditelapak kaki ibu” ?

    Comment by mata — March 13, 2007 @ 303am

  4. Dunia emang udah tua mei..
    kemaren di mlys juga ada seorang ibu yg membunuh 2 anaknya hanya krn curiga suaminya selingkuh…
    baru “curiga”

    Comment by elly.s — March 13, 2007 @ 073am

  5. gemessss!!!! bener2 ‘ibu macam apa’. huh !!

    Comment by venus — March 13, 2007 @ 503pm

  6. kalo ngeliat kondisi kayak gini, kita 100% menyalahkan ibu nya yg tidak punya peri kemanusiaan. tidak berperi keibuan. tapi kita juga suka lupa…kondisi mental seorang ibu,….jarang ada yg mengabaikan, kadang seorang ibu juga butuh diperhatikan dan dibelai….disaat dia down dan stress…siapa tempat Ibu mengadu?
    ketika dia sdh di titik stress, melakukan tindakan spt contoh di atas, semua nyalahin dia….

    ga ada yg peduli sama kondisi kejiwaan seorang ibu ya….
    karena seorang ibu dituntut utk selalu TEGAR dalam kondisi apa pun….

    *panjang banget dot com* hehe

    Comment by nila — March 13, 2007 @ 573pm

  7. emang dunia dah gila!!

    Comment by kenny — March 13, 2007 @ 433pm

  8. ihh… kejadian di malang itu beneran bikin aku ga enak makan… bikin eneg. hiiii…. serem ahh

    Comment by bebek — March 13, 2007 @ 453pm

  9. Tanpa bermaksud tidak simpati, bunuh diri untuk lari dari kesulitan adalah tindakan bodoh, banget :(

    Comment by Hedi — March 13, 2007 @ 583pm

  10. merinding bacanya….mbayangin waktu dikasih susu itu pasti mata anak2 itu bening menatap ibunya dgn sayang…

    Comment by endang — March 14, 2007 @ 493am

  11. itu kisah nyata ya mei? yang jelas kalo ada seorang ibu yang tega melakukannya dipastikan besar ’sakit jiwanya’. :(

    Comment by joni — March 14, 2007 @ 383am

  12. So sad :( , tekanan hidup bener2 berat sampe keputusan spt itu, mungkin saking sayangnya sm anaknya mbak, ga mau klo dia mati sendiri anak2nya makin susah…no body’s know, hanya ibu itu dan Tuhan :(

    Comment by Evy — March 15, 2007 @ 143am

  13. saya menanggapi tulisan ini di blog saya: http://bingtjoro.blogspot.com/2007/04/sorga-itu-di-telapak-kaki-ku.html

    Comment by Rudy Bingtjoro — April 5, 2007 @ 554am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham