girasku ing panguripan…

March 27, 2007

babu kesehatan

Filed under: just writing

Jam makan siangku itu fleksibel. Mungkin bagi teman2 yang bekerja di bidang kesehatan juga mengalami hal yang sama. karena memang gak ada istilah "Lunch Time" bagi kami.

Dan karena itulah aku sudah membiasakan diri dengan makan yang cerdas(cepat, rapi dan tandas) sejak dari jaman aku masuk sekolah asrama dulu. Karena bisa saja saat sedang makan sambil gojekan dengan teman, tiba2 bel bunyi dan ada panggilan, saat itu kami menamainya On Call. Dan tentu saja bila makanan masih ada, rasanya sudah ga enak lagi saat sudah terlalu lama di tinggalkan sedangkan kami waktu itu hanya dapat jatah makan 3 kali sehari plus snack 2 kali.

Kebiasaan makanku yang "cerdas" tetap aku laksanakan sampai saat ini, karena memang lagi2 pekerjaanku mengharuskan seperti itu. Cuman sekarang aku sudah lebih pintar mencari waktu yang pas untukku benar2 bisa menikmati makan siang. Akhirnya jam 1 siang menjadi pilihan terbaik, secara jam segitu semua anak baik yang Primary maupun Secondary sudah memasuki kelas masing2, jadi kecil kemungkinan akan ada korban yang berjatuhan*walaupun tidak menutup kemungkinan*.

Dan hari ini seperti biasa aku mulai memanaskan makan siangku begitu teng jam 1*perut lapar euy. Bau harum makanan benar2 memabukkan, dan akupun tak sabar ingin makan sop ayam bekalku hari ini. Di tengah aku makan ada seorang teacher bule datang menemani, dengan nasi goreng di tangannya. kamipun ngobrol tentang makanan yang kami makan

Di tengah2 aku makan, 2 anak datang ke ruanganku(pintu staff room tempat kami makan berhadapan dengan pintu menuju ruanganku). Satu dengan keluhan panas, dan satunya mimisan. Dan seperti biasa, aku meninggalkan makananku untuk cek mereka. Setelah beres(ternyata anak yang mengeluh panas, suhu badannya hanya 36,4′ pasti dia ngeles karena males ikut belajar-tak suruh balik k kelas, dan yang mimisan- ternyata sudah stop bgt aku nyampe untuk ngecek dia, tak suruh balik k kelas juga) aku balik k staffroom dan mulai makan makananku yang sudah lain rasa.

Tak lama berselang, datang lagi om2 untuk jemput anaknya yang sedang sakit. Akupun, lagi2 meninggalkan makananku dan mulai ngurus surat ijinnya. Setelah beres aku kembali ke staff room. Makananku wes mendedeg*aku gak tau bahasa indo-nya apa*, ngelihatnya saja sudah sangat gak berselera dan jujur saja aku juga tiba2 sudah merasa kenyang…

" Actually, They should wait if you in lunch time.."kata si bule

" You are the boss and They have to know that you need time to eat!!" lanjutnya

Mendengarnya aku hanya bisa tersenyum…and just like another day with the same question, akupun menjawab dengan jawaban yang sama " This is part of my Job.."  lagi.

9 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2007/03/27/babu-kesehatan/trackback/

  1. klo di rmh makan ‘cerdas’ juga gak bu? emangnya gak bergantian makannya bu? aplusan gitu (halah kayak sopir bus wae yak :d). mendedeg itu spt mo basi ya bu? :d

    I am the only one nurse in this school mas…ya jadinya bayangin aja ndiri..hehe

    Comment by danu — March 27, 2007 @ 423am

  2. Kalo memandang dari sisi professionalitas, maka seharusnya seperti kata si bule, makan ada waktu tersendiri, datang tepat waktu dan pulang tepat waktu.

    Tapi kalo dari sisi sosial, rasanya sampean sudah pada jalur yang benar.

    Namun kalo dijalani dengan setengah professional setengah sosial, akan muncul ganjalan-ganjalan, termasuk di antaranya adalah mengeluh ;)

    bukannya mengeluh mas=), cuman kadang kalau sudah sangat capek pgnnn banget bisa menikmati makanan dengan enak dan nikmat…tapi ya itu mbalik lagi, karena tugas kita memanggil ya mau ndak mau harus mau to…khan sudah panggilan jiwa*halah

    Comment by Aryo Sanjaya — March 27, 2007 @ 353am

  3. hehehe.. itu artinya makan cerdas. ;)
    aku juga sering ‘makan cerdas’ waktu lagi latihan diksarmil dulu, malah dihitung makannya dan kalo gak habis dihukum.. jalan jongkok dan merayap.. tapi bagus kok.. melatih supaya gak jadi manusia lamban. :D

    lamban dalam hal makan???wahhh makan”cerdas” memang sebuah latihan ayng bagus untuk tanggap dalam hal itu mas..hihi

    Comment by joni — March 28, 2007 @ 033am

  4. hebad jeng……
    biarin org mau bilang apa, yang penting nurani yg bicara…..

    naruni atau tuntutan???hehe…

    Comment by nila — March 28, 2007 @ 183am

  5. wah, salut buat jeng mei. nurani anda masih bersuara keras di sela2 ketidaknyamanan itu. klo menurut saya,kerjaan njenengan itu lebih tepat klo dipandang dr sisi humanis bukan profesionalisme. bener ndak jeng??
    :)

    yups, setubuh dengan anda..!!!

    Comment by Om Sulis — March 28, 2007 @ 013pm

  6. anda benar2 hebaddd

    ahh biasa aja lagi..=)

    Comment by Anang — March 28, 2007 @ 473pm

  7. risiko profesi. orang yang sabar disuka orang yang tak sabar biasanya :)

    Comment by kw — March 29, 2007 @ 353am

  8. tanggungjawab profesi gabung ama sisi humanis…acungan jempol….kalo gitu bikin aturan baru aja…makan tanpa ngobrol atau dalam porsi sedikit2, makan lagi kalo lapar dan ada waktu kosong…

    Comment by endang — March 29, 2007 @ 323pm

  9. waaah aku klo ada emergency boro2 makaan… hehehe.. lali ama perut kriuk2

    Comment by Evy — April 4, 2007 @ 554am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham