girasku ing panguripan…

March 29, 2007

selingkuh itu indah???

Filed under: just writing

hidup dalam perselingkuhan itu tidak tenang.

Bagaimana mau tenang kalau tiap hari pikiran bercabang memikirkan selingkuhan. Bagaimana mau tenang kalau tiap saat mikirin waktu yang pas buat ketemuan. Bagaimana mau tenang kalau tiap waktu yang dipikirkan adalah bagaimana agar tidak ketahuan pasangan. Bagaimana mau tenang kalau tiap setelah bertemu dan (mungkin) melakukan hal2 yang tidak sepantasnya, merasa sebagai orang yang yang paling hina, merasa orang yang paling bersalah, merasa orang yang paling bodoh, merasa sebagai orang yang paling berdosa tapi tetap saja melakukan hal yang sama tiap saat…

Temanku, seorang laki2 dengan 2 anak. Baginya selingkuh itu nikmat. Karena dia bisa bercinta dengan berganti2 wanita semau dia. Berbicara dengan dia seperti membuka majalah porno, setiap perkataan yang keluar dari mulutnya selalu berbau esek-esek. Setiap aku tanya, kenapa dia seperti itu..selalu dijawabnya dengan jawaban yang sama "istri gw gedebog pisang!!" halah, jawaban yang klise. Tapi berteman dengan dia sangat menyenangkan, selain orangnya yang terbuka, dia juga pendengar yang baik, plus teman yang bisa di andalkan saat aku sedang bokek. Karena dia akan dengan mudah menawarkan traktiran*this is the most important thingemoticon I like from him.

Temanku yang lain. Seorang perempuan, ibu 2 anak juga. Selingkuh bagi dia hanya sebagai pelarian dari segala macam permasalahan dia. Pun dia tidak pernah pilih2 dalam hal hunting laki2. Aku selalu berkata, "kambing di kasih kumispun lu mau nek!!" dan dia hanya tertawa renyah mendengarnya. Terakhir dia menggandeng laki2 brondong jagung manis dengan perawakan kecil. Tapi dia juga teman yang baik, sangat baik. Tempatku berkeluh kesah dan she knows everything about me. Dan akupun tetap akan menjadi sahabatnya yang terbaik.

Seorang "another friend". Seorang lelaki dengan satu anak. Dia selalu bilang, dia akan mengorbankan segalanya demi selingkuhannya, termasuk meninggalkan keluarganya. Untungnya selingkuhannya tidak cukup bodoh untuk terhanyut dalam "cinta" mereka. Terakhir kabarnya selingkuhannya sedang berusaha meninggalkan dia, dan kembali ke jalan yang benaremoticon, dengan segala daya dan upaya dia berusaha memikat kembali sang seligkuhan…sepertinya dia memang sangat "cinta" denganya. Dan sekarang hubungan mereka seperti ada dan tiada, karena sang selingkuhan antara iya dan tidak untuk terus berselingkuh dengannya. Dan diapun merana karena setiap saat yang di pikirkannya adalah perempuan itu.

Selingkuh itu mungkin hal yang sangat mudah. Tapi konsekuensi yang harus di tanggung juga "sangat besar". Kadang kesenangan sesaat itu pun benar2 harus di bayar dengan "sangat mahal".

Kehilangan keluarga yang selama ini di bina. Kehilangan kepercayaan pasangan dan anak bila tetap bisa mempertahankan perkawinan. Dan yang pasti mungkin seorang peselingkuh tidak pernah bisa dengan benar-benar menikmati hidup yang sudah di berikan oleh Sang Khalik kepadanya, karena pikirannya yang selalu bercabang kemana-mana.

Dan alasan yang samapun selalu terdengar bahwa " Selingkuh bisa membuat hidupmu lebih indah daripada hidup yang hanya sekedarnya!!", Benarkah??? Aku sadar dengan pasti dan "yakin", bahwa hal itu hanya sementara, saat kesenangan bathiniah maupun jasmaniah itu sudah bukan lagi indah, benarkah tetap indah???I don’t think so, karena pada dasarnya manusia itu makhluk yang tidak pernah puas. Saat dia "merasa" sudah mendapatkan dari seseorang, diapun akan bosan dan akan lagi2 berusaha mencari yang "lain". dan akan seperti itu seterusnya..sampai puas, kalaupun ada rasa puas!!!

Kurangnya afeksi, kurangnya kepuasan sex dan juga kurangnya komunikasi dalam keluarga menjadi pencarian yang terus menerus bagi peselingkuh dalam hubungannya dengan selingkuhannya. Mungkin peselingkuh akan mendapatkannya, tapi sampai kapan??

mungkin memang harus belajar untuk bisa menerima, apapun itu dalam hubungan dengan sebuah komitmen. Dan saat kita bisa menerima, semuanya terasa sangat berbeda coz I’ve been there for a while. Bukankah demikian???

14 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2007/03/29/selingkuh-itu-indah/trackback/

  1. wow…….buatku mungkin juga selingkuh itu indah, semua tergantung pada pribadi masing2 jeng…(hati kita adalah penentu utama antara salah dan benar).Jadi mungkin mereka yg berselingkuh itu menikmati kebersamaan selingkuhannya…klo toh ada capek….pasti capek yg mengasikkan…he he he nyatanya ngga bosen2 nya dia slingkuhan?
    Udahlah jangan liat kiri kanan, atas bawah, liat aja diri kita sendiri…mari berbuat sebaik mungkin dan “menikmati hidup” yg diberikan sang Khalik…..

    Comment by wieda — March 29, 2007 @ 593pm

  2. rasanya gak akan pernah ada saling mengerti antara yg berpikir sepertimu dan yg memilih selingkuh…kita jadikan pelajaran dan cermin aja supaya kita bisa melangkah dengan jalan yang tak terlalu berbelok-belok…

    Comment by endang — March 29, 2007 @ 263pm

  3. mata lom ngerti…
    masih kecil
    kencing saja masih kena jempol kaki :(

    Comment by mata — March 30, 2007 @ 063am

  4. ah, so u’ve been there for a while? jadi penasaran. ayo dong, cerita soal itu ;)

    Comment by venus — March 30, 2007 @ 403am

  5. yuhuiii…aku tahu siapa dia :P

    Comment by kenny — March 30, 2007 @ 433am

  6. selingkuh
    senangi lingkungan kumuh
    bagimereka yang tak pernah rukuh

    selingkuh
    selingan indah rumah tangga utuh
    bagi mereka yang pandai merengkuh

    manusia selalu butuh
    mencari sesuatu di luar pintu
    ada mangsa di embat separuh

    selingkuh oh selingkuh
    indahnya jika dijalani
    bagi mereka yang tahu
    susahnya dijalani
    bagi mereka yang tak memahami

    Comment by kurt zain — March 30, 2007 @ 583pm

  7. selingkuh itu indah?
    hahaha…..
    indah dari hongkong?

    “say no to affair”

    Comment by nila — March 31, 2007 @ 373pm

  8. hehe kalau sudah selingkuh, apalagi yang diperjuangkan dalam sebuah perkawinan? aku gak mau selingkuh, makanya aku hanya punya pacar tak tetap :)

    Comment by kw — April 1, 2007 @ 264am

  9. Selingkuh gimana rasanya ya?
    Dalam hidupku keluarga adalah nomor satu

    Comment by cokro — April 3, 2007 @ 244am

  10. hehehehe mending bersahabat deh bisa banyak.. yg perhatiin, klo udah masuk selingkuh malah temen2 lain pada menjauh, belum lagi kebanyakan ngibul, resiko, makan hati, cemburu…ah capek deeh… hidup sekali aja kok terlalu banyak intrik… bentar lagi mati…apalagi klo dikadalin sama macem temennya mbak Mei tu yg mau tidur sm bbrp cewek walaah…

    Comment by Evy — April 4, 2007 @ 184am

  11. lho, lho.. perasaan aku udah pernah komen di sini. di delete ya, mei? waaa…curaaaang…:(

    ora i mbayu….lha kuwi to neng nduwur….wahhhh piye iki…

    Comment by venus — April 5, 2007 @ 554am

  12. Gimna rasanya ya Apa dicoba seligkuh dulu Mbak gimana kl kita coba dulu baru tahu rasanya eunak atau ngak

    Comment by cokro — April 12, 2007 @ 114am

  13. mau sharing selingkuh nih. kunjungi blog saya ya! http://selingkuhsuci.blogspot.com

    wahahaha….aku gak tau mau komen apa bgt lihat ur site. terlalu cinta huh???

    Comment by ananda — April 21, 2007 @ 054pm

  14. gue selingkuh udah 4 bulan ini ama cowo yang jauh lebih muda, tapi semua itu berawal dari ’sahabatan’ yang jadi terlalu intim…
    tapi gue tetep jadi istri n ibu yang baik buat keluarga gue
    ‘cowo’ gue inipun mengerti hal itu and dia tetep nerima gue apa adanya…
    intinya gue bahagia….

    Comment by Naomi — July 12, 2008 @ 197am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham