girasku ing panguripan…

April 27, 2007

inter”mezzo”

Filed under: me and fam

Bagi yang punya batita pasti pernah merasakan. Saat "panggilan alam" memanggil, lagi enak2nya adu panco eh anak nangis minta susu, atau kebangun tanpa alasan yang jelas.

Mau di diemin aja khok ya kebangetan, mau di ladeni khok ya nanggungemoticon. Tapi apapun itu dan demi tujuan apapun, anak memang nomor satu. So adu panco malam itu to be continued…emoticon

April 25, 2007

” mytulip “

Filed under: just writing

            - obat terampuh -

April 24, 2007

heart

Filed under: just writing

dan karena aku tak tau maka aku menuliskannya disini

sepenggal kisah yang terlalu indah namun memalukan untuk di kenang. sesuatu yang tak seharusnya terjadi tapi terulang. dan aku yang seharusnya bisa menghindarinya malah semakin terpojok dalam kubangan

seharusnya memang sayapku cukup kuat untuk menopang diriku. aku cukup besar dan cukup dewasa untuk segalanya. tapi toh tetap saja sayapku kembali patah saat aku benar2 membutuhkannya

tak adil, teriakku padanya!!! kenapa aku tak bisa dan tak mampu untuk lepas dari segalanya??saat aku sudah bisa sedikit bertahan untuk berdiri sebentar. tak adil, karena lagi-lagi aku menyalahkan hatiku yang terlalu gamang dalam berjalan. dan tak adil…karena teriakanku hanya sampai sebatas rongga tenggorokan…

aku mungkin memang hanya seseorang dengan hati yang tak utuh, yang tak mampu untuk bertahan dalam hidup bila tanpa topangan. dan maaf, bila aku membutuhkan lebih dari hanya sebuah topangan. aku sudah berusaha, tapi seharusnya memang usahaku harus lebih keras lagi.

untuk saat ini, aku hanya mau diam dan melihat. sampai kapan topanganmu akan tetap bersamaku saat segalanya menjadi sangat sukar dan sulit untuk kita pahami dan jalani

for heart 7.22

Tukul “reynaldy” Arwana

Filed under: just writing

coba kalau mas tukul ini jadi iconnya majalah playboy, yakin seyakin2nya aku kalau FPI gak akan segarang sekarang berusaha membumi hanguskan tuh majalahemoticon

tapi lihat ilere itu aku malih ndak selera makan jee…payah!!!

April 20, 2007

nambah atau tidak???

Filed under: me and fam

" kapan lu mau punya anak lagi me?‘’ tanya Mas Hari teman sekerjaku siang ini

" gak tau Mas, satu aja kali yee!!"

" halah jangan satu, ayo sekarang nambah. mumpung umur lu masih 28, jadinya nanti saat anak lagi butuh duit kalian juga masih kuat!!"

" lagian kesian tuh anak lu kalau gak punya sodara, gak ada teman berbagi…apa2 sendirian. lu harus mikirin dia juga nantinya!" tambahnya lagi

Aku hanya mesem, gak mengiyakan gak juga menolak. Kalau di pikir2 anak satu itu memang rasanya khok gimana gt. Dianya juga gak ada teman dan yang pasti juga rasanya belum lengkap kalau gak ada lagi kriwil lain di rumahku.

Tapi untuk menelurkan anak satu lagi di dunia ini itu sebuah perjuangan yang berat. Aku ingat, bagaimana kami harus "berjuang" menghadirkan Ning di perutku, setiap masa subur selalu "berusaha mati-matian bleh" dengan menggunakan trik2 yang kami kumpulkan dari berbagai info dan teman sampai akhirnya bulan ke5 pernikahan kami aku d nyatakan hamil oleh dokter. Saat hamil mudapun aku sempet mengalami flek gara2 malamnya "di tengok" ma pakne. Akhirnya ma dokter d kasih dupostan untuk nguatin kandungan. Dan juga 3 bulan kehamilan bagaimana aku merasa sangat mual, gak bisa masuk dapur, dan yang pasti penampilan "elek tenan" sampai2 di panggil bos d kantor di minta dandan dan jangan bermuka kucel kek habis tidur sepanjang waktuemoticon. Walaupun setelah melewati 3 bulan awal kehamilan, aku merasa baik2 saja hanya badan yang makin melar, malas bergerak kemana2 dan yang pasti tiap malam selalu kebangun karena kejang kaki. Dan tiap kali ngaca, rasanya muka jadi segedhe tampah dan kaki jadi segedhe gajah.

Yang terparah adalah saat melahirkan. Aku bertekad akan melahirkan normal, karena proses pemulihannya lebih gampang daripada caesar. Karena adek yang kala aku masuk Rumkit dah pembukaan2 gak mau maju2, akhirnya aku di beri "induksi os vaginal" yang rasanya 10 kali lipat sakitnya daripada pembukaan normal. Seingatku aku sempet d marahin Ibuku karena aku guling2an sambil berusaha nindihin perutkuemoticonuntuk ngurangi rasa sakitnya.

Tapi akhirnya, adek yang cantik keluar juga, tepat saat jam 11 malam. Cuman ngeden 2 kali dan mak ceprot, anakku yang udah kriwil sejak lahir itu terlahir mulus tanpa cela. Melihat dia rasanya hilang semua sakit2 yang tiada terkira yang aku rasakan selama seharian.

Ahaha…jadi ngomongin proses kelahiranemoticon, intinya adalah aku belum siap menikmati proses panjang itu kembali. Pun si mas juga maunya anak cuman satu. Alasannya karena biaya hidup plus pendidikan yang makin tinggi( keknya sih ini dendam pribadi-karena mas anak bontot dari 6 bersaudara yang jaraknya gak begitu jauh dan Bapaknya yang PNS sudah pensiun saat mas mulai masuk kuliahemoticon). Walaupun sekarang kami ikut asuransi pendidikan buat Ning, tetap aja dia merasa gak secure buat biaya pendidikan Ning nanti. " Yen ngopeni thok wae gampang, pendidikanne kuwi lo in seng angel!!" itu katanya selalu kalau aku mulai nguprek2 ngomongin soal nambah anak, yang bisa jadi karena hasutan dari teman2emoticon.

Mungkin memang benar ya yang d bilang Mas. Lagian punya Ning aja juga udah cukup buat ngilangin penat. Ngelihat Ning yang makin pinter ngomong*udah bisa ngetung dari 1-10 looo*aja udah senengg banget, lihat yang bagaimana dia berusaha untuk selalu menarik perhatian kami tiap sore sepulang kerja, karena biasanya aku sama mas lebih keasyikan nonton sinetron Intan daripada main ma dia*haha..bukan contoh yang baikemoticon. Ya sudahlah mungkin untuk saat ini memang satu saja cukupemoticon

April 18, 2007

bobot, bibit, bebet

Filed under: me and fam

Minggu kemarin Ayun adekku yang no 2 main ke rumah. Sebenarnya dia kerja nyambi mikuli uyah*seng gak beres2* di Surabaya. Kedatangannya ke Jakarta dalam rangka training selama seminggu. Tapi ternyata trainingnya sendiri dah selesai 5 hari. Dia punya waktu free time 2 hari. Sehari di pakenya shopping sama ke3 teman trainingnya*maklum wong ndeso, mereka shopping ke MangDu, Tanah Abang, Blok M - kek di Surabaya gak ada aja*. Terus yang sehari di pakenya buat rest, ngumpul2 ma aku dan adek kami yang paling bontot, Danu.

Rasa kangen selama hampir setahun tak ketemu di puaskan dengan ngobrol sana sini, gitaran bareng, masak oseng2 kangkung senengane mereka ber2.

Malam hari adalah ritual yang kami lakukan tiap ketemu. Saling membersihkan muka. Dia yang bekerja sebagai BA alias Beauty Advisor alias Beauty Consultan Estee Lauder nyerocos aja soal mukaku.

" Mbak, kon kapan terakhir facial?"

" Nyapo to??" sambil merem menikmati facial gratisan.

" Muka khok kulite koyok badak, bruntusan, wes ngono jerawatan. Mukamu ki mbok di urus ta!!"

" Sialan, mukaku koyok badak??ra sopan!!!" sambil meringis ngguyu. Danu yang dengar ketawa sambil ngelanjutin gitarannya.

" Wes, ra sah ngurus mukaku…kowe ki lo kapan rabi??eling umurmu wes 24 tahun. Mbok eling mbah seng ndrememel wae kae yen nakoke calonmu!!" Sekarang saat nulis ini aku baru tau kalau omonganku sudah sangat mirip sama omongan ibu dan simbah saat nanyain aku kapan aku nikah saat umurku sudah hampir 25.

" Ah mboh mbak, lagian susah…cari pacar tuh gampang, yen cari suami tuh susah…lagian juga sapa yang mau punya mantu BA kek aku…imagenya negatif mbak!!" desahnya

" Negatif piye??"

" Alahhhh…sampean ki lali, lha kae wong tuwane Harry yo ra ngrestuni gt lo, hanya gara2 aku kerjane BA yang identik dadi Simpanan laki2 bersuami. Padahal yo mbak apa salahnya pekerjaanku. Aku emang d tuntut tampil cantik karena aku menjual sesuatu. Tapi terus gak musti aku bisa ikut2an di beli..iyo to??? Ini pekerjaan seng duite gampang, kalau kita bisa nembus target bonuse lumanyan. Apa ngerti mereka2 itu kalau duit itu aku gunakan buat kuliah lagi, buat bantuin orang tua. Pikire asal kerjo kantoran, Jilbaban mesti luweh apik timbang aku…!!! jawabnya emosi

Aku terdiam dengar ungkapan emosinya. Ternyata dia belum lupa peristiwa itu. Dulu sekitar satu setengah tahun yang lalu dia menjalin hub yang serius dengan seorang pria. Harry namanya. 4 tahun lebih tua dari Ayun, seumuran denganku.Dkenalkan pada keluarga kami. Kebetulan keluarga kami juga senang, karena walaupun mereka ketemu di Surabaya tapi ternayat harry ini orang Kediri. Tonggo dhewelah istilahe!!! Sampai akhirnya gantian waktunya Ayun yang di kenalkan pada keluarga sang laki2.

Menurut cerita Ayun, dia mulai di tanyain silsilah keluarga. Pekerjaan dan juga pekerjaan ke2 orangtua kami. Intinya ternyata bobot, bibit, bebetnya Ayun gak terlalu bagus buat Harry, dan usut punya usut ternyata Si Ibu ini sudah menyiapkan calon buat anaknya. Seorang wanita berjilbab yang bekerja di sebuah kantor di Kediri. Dan karena Harry anak tunggal, mau gak mau diapun harus memikirkan ulang hubungannya dengan adekku.

Ayun terpukul. Dia memutuskan pindah ke Malang, keluar dari kerjaannya. Dan dia memutuskan cooling down dulu di sana. Singkat cerita, diapun memutuskan kembali ke Surabaya, karena di kota itu menurut dia kesempatan lebih terbuka untuk dia mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Sampai akhirnya sekarang dia bekerja di salah satu smetik yang punya nama. Kami bangga padanya, pun tak pernah terpikir dalam otakku bahwa pekerjaan dia itu berimage negatif. adekku bekerja halal dan apa yang sudah dia raih sekarangpun memang benar2 hasil kerja kerasnya. Jadi kalau ada yang bilang dia not good enough, yang bilang itu bodoh!!!

Semoga kamu cepet nemuin calon suami yang pas ya dek. Cukup itu pacaran2 yang ga jelas…jangan menyimpan sakit hati terlalu lama, nanti akhirnya malah membusuk dan bkin bisul bagi jiwa*ngutib kata2 mas Ipul*.

psssttt…tapi lumanyan aku dapat gratisan produk eye cream, moisturising day dream, lipstik, night serum for face plus mascara…semuanya tentunya merk estee lauder boo!!! Ah Yun,sering-sering wae rekemoticon!!!

April 16, 2007

annoying!!!

Filed under: me and friends

Ada seorang teman d kantor yang tiap pagi selalu datang ke mejaku dan bertanya dengan pertanyaan yang sama selama hampir 4 tahun. "rambutku bagus gak mei?" atau " bajuku match gak?" atau " cocok gak baju ma make-upku?" dan semua dari salah satu pertanyaan itu selalu d akhiri dengan "minjem kacanya dong, mau lihat rambut bagian belakangku!!".

Awal-awal ngeh dengan kebiasaan dia, aku berpikir mungkin nih orang pas lagi senggang, atau masih males mulai kerjanya, atau mungkin masih mau chit chat dulu denganku. Tapi dengan berjalannya waktu, hal atau kebiasaannya tersebut mulai annoying me. Apalagi kalau pagi2 aku sudah d ribetkan dengan pasen. males banget kalau harus meladeninya dengan pertanyaan2 yang sama.

Aku jadi berpikir, apa yang harus aku lakukan supaya dia sadar bahwa apa yang dia lakukan itu mulai mengganggu kenyamananku. Aku mulai males2an jawab pertanyaan, atau pernah suatu waktu dia bertanya dan aku asal jawab tanpa melihat ke rambutnya. Tapi sungguh tragis, ternyata dia melirik dari kaca, katanya waktu itu" gimana lu bisa tau rambut gw kalau lu gak lihat gw?"emoticon wahaha… akhirnya dengan asal2an aku jawab" aku lihat khok, dari screen kompi!!"emoticon Dan dia diam trus berceloteh lagi…haiyahhhh, nih orang emang ga sensitip!!

Seorang teman yang annoying itu sangat bikin "ga nyaman" temannya. Dan karena aku dengan sangat merasakan bagaimana seseorang membuatku sangat tak nyaman, aku selalu minta temanku(dekat) yang lain untuk bilang ke aku kalau aku mulai mengganggu kenyamanan dia dengan mungkin hal2 remeh temeh yang mungkin akupun gak menyadarinya. Dan temanku meng"iya"kan.

Untuk teman yang ini, aku gak mungkin bilang kalau tindakannya itu menggangguku, karena dia lebih senior, dan juga karena dia lebih tua dari aku…sayang, tua usia ternyata tak membuatnya lebih bijak untuk tidak mengganggu kenyamanan teman sekerjaemoticon!!!

April 13, 2007

u a mine

Filed under: just writing

bayang dalam temaram itu kembali datang

Tapi kali ini dia terasa begitu nyata

pun tak lupa dia bawa apa yang aku minta

sebuah lengan yang kekar dan dada yang bidang

juga basah manis bibirnya

dia datang dengan nyata

membawa sejuta pesona dan kenikmatan

tak ada ragu, aku datang menjemputnya

menghisap habis serbuk manisnya

semuanya buatku

saat ini aku mau semuanya

dan dia memang benar-benar sangat indah

indah dan sangat nyata

*****

For love 10,10

April 12, 2007

Bapak

Filed under: just writing

Membaca postingan mas KW tentang Bapak, mengingatkanku pada Bapakku sendiri. Sekarang Bapak sudah berumur 60an tahun.

Bisa di bilang, figur Bapak dalam kehidupanku, kami (aku dan 2 adekku) sama sekali tak ada. Sejak kecil kami di besarkan oleh Nenek yang tiap bulan dapat kiriman uang dari Ibu yang bekerja di Jakarta. Bapak…entah kemana.

Tapi sebenarnya kalau di ingat2 aku lebih beruntung ketimbang ke2 adekku. Aku masih bisa merasakan kasih sayang Bapak sampai aku berumur 5 tahun. Aku ingat saat Bapak di tugaskan di Madura, setiap pulang sekolah TK aku selalu naik becak langganan yang selalu mengantarkanku ke tempat kantornya Bapak. Dan seingat aku, Bapak akan langsung menggendong aku dengan sayangnya, membelikanku es dongdong*sejenis es cream conthong* dan gulali dan kami kembali naik becak yang memang selalu menunggu dan Bapak akan mengantarkanku pulang ke Ibu yang biasanya sedang sibuk masak ke komplek perumahan tak jauh dari kantornya.

Entah kenapa, hal2 manis itu tiba2 menghilang seiring lahirnya adikku yang ke 3 - jarak mereka ber2 cuman setahun. Bapak benar2 menghilang. Banyak cerita aku dengar, baik versi Nenek yang memang bertolak belakang dengan cerita versi Ibu. Dan kami di cekoki dengan cerita2 itu sampai kami besar. Dan kamipun memendam kebencian pada Bapak terus menerus.

Bapak memang kembali muncul setelah aku dan ke2 adikku sudah besar. Seingat aku Danu, adekku yang terakhir sudah duduk di kelas 2 STM. Aku sudah d Jakarta, sedangkan adekku yang ke2 sudah kerja nyabi kuliah di Malang. Kami heboh. Nenek histeris, marah, menolak. Ibu lebih banyak diam. ke2 adekku pun histeris. tak ada yang bisa menerima Bapak. Pun aku…mungkin.Tapi setidaknya saat itu kami tau, Bapak masih ada dan terlihat sangat tua. Seragam yang dulu seingatku selalu membuatnya terlihat gagah, sekarang terlihat lusuh. Ternyata waktu telah membuat Bapakku tua. Jujur, aku dan kami(aku tau setelah jauh hal itu terjadi dari ke2 adekku) bersyukur, Bapak sehat. Singkat kata Bapakpun kembali memasuki kehidupan kami.

Aku baru benar2 bisa memafkan Bapak saat aku akan menikah. Entah kesadaran darimana, tapi melihat dia dengan ubannya yang memutih  menagis tergugu dalam kemeja batiknya saat pemberkatan nikahku di Gereja membuatku sangat "lepas". Akar kepahitan itu tak lagi menggandoliku. Ternyata aku memang sangat mencintainya, apapun tindakan yang dia lakukan dan apapun yang "mungkin" melatar belakangi hal tersebut. Itu adalah masa lalu, dan tak sepatutnya aku tetap berkutat dengan masa lalu. Bapak tetap Bapakku, seseorang yang mengukirkan darahnya di diriku. Seseorang yang membuatku bisa terlahir dan merasakan segala keindahan dan kepahitan dalam hidupku.

Saat ini Bapak memang tinggal terpisah dari keluargaku, tapi Bapak tetap menjadi bagian dalam keluargaku. Kedatangannya tetap diterima dengan senyuman Ibuku. Bapakku, yang juga Eyang Kakung dari anakku memang akan selalu menjadi bagian dalam kehidupanku.

Dan saat ini aku sedang kangen sama Bapak…

April 10, 2007

pelukan sayang

Filed under: me and fam

Kemarin aku pulang dengan migrain yang sangat berat. Kepala sebelah kiri rasanya benar2 mau meledak, sakittt yang sangat tidak tertahankan. Untungnya Mas yang shift pagi njemput pas ontime, jadinya aku gak terlalu lama nunggu sambil ngerasain kepala yang berdenyut2.

Sesampai di rumah, Ning yang sudah menunggu langsung minta gendong. Aduhh adek, Ibu minta maaf…saat itu yang aku ingini cuman membaringkan kepalaku. Aku minta tolong si Mbak buat ga pulang dulu dan jagain bentar sementara aku tiduran. Mas datang bawa Ponstan 500mg dan segelas teh hangat. Aku langsung minum dan kembali tiduran.

Tapi dasar adek, dia juga kangen kali ya…gak lihat ibunya seharian, malah nangis ga mau sama mbaknya. Yang ada dia ikutan naik ke tempat tidur dan sama sekali gak mau ikut mbak maupun bapaknya. Akhirnya mbak tak suruh pulang, toh ada bapaknya yang jaga bila aku tidur, pikirku.

Akhirnya kami ber3 kruntelan d tempat tidur,karena aku minta tolong Mas buat njambakin rambutku sampai aku tidur*karena rasa sakitnya bisa berkurang dengan d jambaki gt*. Adek nangis, bapaknya gak boleh njambakin ibunya, sebagai gantinya dia peluk aku di leher sambil tangannya yang lain ngusap2 rambutku dan berkata, "akit, ma akit…bobo..bobo". Yang ada malah aku nangis terharu…mewek, krembeh2 sampe Mas bingungemoticon.

Adek makasih ya sayang, Ibu dah enakan sekarang, udah bisa kerja buat bantu Bapak cari uang buat beli susunya adek. I Love You Honey…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham