girasku ing panguripan…

June 8, 2007

nggremeng dhewe

Filed under: just writing

Merujuk(haha kek bikin surat lamaran) pada usulan mas Karmin, maka di sinilah aku nulis lagi dan lagi karena..err..bosen.

Sumpah gw bosen banget!!! Males ceting, males kerja, males ngapa-ngapain dah pokoknya. Mungkin karena memang sudah waktunya untuk liburan ya…Mana ketambahan hujan lagi, Bintaro memang selalu hujan. Aku juga heran, senang banget hujan sama wilayah ini. Hujan  menyenangkan bila jatuh pada saat liburan, di pagi hari dan malam hari. Saat pagi, nikmatnya kalau hujan turun, udara terasa sejuk dan dingin, yang sedang selimutanpun tambah meringkuk. Juga saat malam, tidur rasanya tambah gayengg aja. Hujan tak menyenangkan bila datangnya saat jam pulang gawe, becek dimana-mana. Jadi bikin males…

Well, khok jadi malah ngomongin hujan ya…aku sebenarnya bingung antara mau membeli contact lensa sama tetap memakai kacamata ini. Pertama, berkacamata mulai terasa tak nyaman. Apalagi saat harus sepanjang hari manthengin kompi. Entah itu untuk nyambut gawe atau untuk hal-hal menyenangkan lainnya. Berkacamata mulai membuatku sering sakit kepala, mata berat dan lelah dan juga mulai membuatku serasa seperti pesakitan karena hampir tiap hari harus nguntal painkiller.

Saran Indri(sang contact lensa forever) tentu saja adalah hijrah ke contact lensa. Pertama alasannya karena lebih praktis dan lebih tidak mengganggu kenyamanan si pemakai. Beda dengan kacamata yang mengharuskan ada benda yang menempel di muka. Dengan contact lensa kita bisa tampil lebih gaya dengan pilihan yang berwarna warni. Di sarankan untuk yang berkulit coklat sampai gelap adalah coklat dan abu-abu. Karena mata lebih hidup dan bila di tambahi dengan sentuhan make-up yang pas, mata akan tampak sangat mempesona(sudah melihat buktinya-makanya gw bisa ngomong gini).

masalahnya, berani tidak aku memakainya. Sepertinya sangat susah, karena yang aku lihat mereka harus mendekatkan wajahnya, atau matanya ke dekat cermin. Kelopak mata bagian atas di buka dengan jari telunjuk dan soft lense kita letakkan di tangan tengah. Kemudian taruh itu lensa di mata(yang bagian hitam) dan ajaib, mata akan menyatu dengan lensanya. Sepertinya gampang melihat Indri menggunakannya, tapi rasanya aku ngeri bila harus mempraktekkannya…hiks bingungemoticon

Adakah saran Cah???

untuk hidup

Filed under: just writing

Ngobrol dengan teman baru di kantor. Usianya memang masih tergolong muda, 25 tahun. Tapi ternyata pegetahuaannya tentang hidup lumanyan hebat.

Sebut saja namanya Bams. Asli kelahiran gunung kidul, Jogja. Lulusan IKIP Jogja dan mengajar sebagai sport teacher di sini. Orangnya berperawakan tinggi dan gagah. Kulit coklat gelap dengan hidung bertengger indah. Wajah khas laki-laki jawa. Lumanyan sering main ke tempatku dan ngobrol. Ngobrol mulai hal remeh temeh sampai hal-hal pribadi dia. Mulai dari percintaan sampai nasehat orangtuanya semasa dia dalam pengkayaan diri.

Ada nasehat orangtuanya yang menggelitikku dan itu adalah kali pertama mendengar hal itu. Tak pernah aku dengar dari Ibuku ataupun Nenekku. Mantan-mantan pacar…apalagi, pun tidak dengan suami.

Bahwa seorang manusia bisa di sebut kaya bila dia bisa memenuhi 3 kriteria berikut; bagus dalam bertutur kata dan bicara (yang artinya kaya isi otaknya-pintar-cakap), bagus dalam bertingkah laku (yang artinya kaya isi hatinya), dan yang terakhir kaya dalam berpenampilan (kaya secara jasmani). Aku mendebat bahwa yang di perlukan hanya 2 hal yang paling atas, sedang kaya secara jasmani itu tak perlu. Jawab dia, "kita hidup di dunia yang masih memandang segala sesuatunya dengan mata, bila kita berpenampilan urakan, rambut gondrong, bercat warna warni, beranting dan bau badan karena tak mandi selama setahun, sekaya apapun hati dan otak kita, kita tak akan pernah di anggap. Tak perlu baju bagus dan mahal, yang penting rapi dan bersih dan orangpun juga senang memandang kita".  Jadi tak ada yang tak penting dari ketiga unsur tersebut. Semuanya saling dukung. Hmmm…kalau di pikir-pikir memang betul ya, kita bukan apa-apa tanpa isi otak kita, kita juga bukan apa-apa tanpa hati kita dan kita juga bukan apa-apa tanpa penampilan kita.

Thanks Bams for the nice talking this morningemoticon






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham