campursari opo campur rondo??
"Umpama sliramu sekar melati, aku kumbang nyidam sari. Umpama sliramu margi wong manis,ak kang bakal ngliwati ( seandainya dirimu bunga melati, aku kumbang yang mabuk sari, seandainya dirimu jalan, aku akan melewatinya…)"
kalau saja lagu di atas di tujukan kepada diriku oleh seorang laki-laki, seperti nyamuk kena baygon..aku mesti klepek-klepek. Lagu itu seumpama pujian, sanjungan dari seorang laki-laki kepada seorang wanita yang di pujanya. Dalam bahasa inggris mungkin singkat dan padat, I adore you, tapi dasar wong jawa yang yang suka ndowo-ndowo ulo…jadilah kata singkat dan padat dalam bahasa inggris itu menjadi rentetan pujian, sanjungan yang indah.
Jawa, khususnya Jogja dan Solo, Salah satunya tempat si pembuat lagu tersebut lahir. Namanya Manthous, orangnya setengah tua(jelas) dengan kumis nyerimping, dengan suara dasyat empuknya. Lagu-lagu seperti nyidam sari sangat pas di bawakan dengan suara empuknya. Orang Jogja-Solo dan sekitarnya memiliki ciri khas dalam lagu-lagu yang di ciptakannya. Biasanya lebih halus dan sangat enak di dengar. Berbeda dengan lagu-lagu jawa timuran, kalau kata teman "kasar dan nggilani", walaupun tetap enak dan nyamleng di telinga.
Ini salah satu judul contoh lagu jawa timuran, di tilik dari judulnya saja wes saru kalau orang jawa bilang, " tragedi tali kutang -tragedi tali bra/BH
"ndek biyen tak tukoke wujud tali sak kotange, saikine la kok ilang sak sliarne. Lungo menyang endi, ora pamit ra ngabari…neng endi aku nggoleki tali kutang (dulu aku sudah belikan BH beserta dengan talinya, sekarang tiba-tiba hilang dengan orangnya, tanpa kabar…dimana aku mencari tali BH)"
Sebagai asli jawa timurpun aku juga tau itu lagu super duper saru, ra nggenah dan nggilani. Tapi karena musiknya ayng enak dan juga penyanyinya, cak Diqin yang menyanyikannya dengan ciri khas gaya yang pas jadi aku melihatnya sebagai lawakan macam kartolo dan kirun. Ngiilani, saru tapi ngangeni.
Jadi kalau kita tetap bisa menikmatinya dan juga menggaguminya, kenapa musti bingung…bukankah keindahan itu tercipta karena ada perbedaan?? Jadi, slahkan sodara-sodara tercinta menikmati lagu campursari yang kalem dari jawa tengah, dan yang nge-rock dari jawa timur. Semuanya enak di dengar dan yang pastinya membuat aku lupa sama semua utang-utang..hehe

emang enak campursari, judulnya keren2, misal nama stasiun, terminal, pelabuhan komplit plit ada semua.
temenku bukan orang jawa tapi sok jago boso jawa paling suka sama campursari.
Comment by evi — July 10, 2007 @ 037am
solo the spirit of java mei… :p
romantis romantis tho orangnya
hayakakakakaka
Comment by mata — July 10, 2007 @ 217am
marakne ngantuk ngrungokne lagu campursari..
Comment by Anang — July 10, 2007 @ 027pm
salam kenal mbak..tulisannya enak dibaca
Comment by Rusdin S. Rauf — July 13, 2007 @ 537am
“marakne ngantuk ngrungokne lagu campursari..”
nak ngrungokne campursaru mesti ra ngantuk
Comment by noname — August 29, 2007 @ 568pm
mbak bukannya saiki ana kotang sing model ora nggo tali he …he..he.
Comment by petrus suratno — August 31, 2007 @ 108am
“Lagu-lagu Jawa Timur-an, kalau kata teman “kasar dan nggilani”, walaupun tetap enak dan nyamleng di telinga”. Kalau gak kasar dan nggilani nggak akan terasa ke-khas-an Jawa Timur-annya. Aku klo mlm suka dengerin Ludrukan Cak Karolo. I Love Jawa Timur. Hehehe…………..
Comment by adi-wiyono — September 2, 2007 @ 079am
aq jd inget wkt dpt sms : yen ing tawang ono lintang,aku ngenteni sliramu.Marang mego ing angkoso cah ayu suntakoke pawartamu,.Tak enteni ing ruang rindu..
Ah aq jd kangen nii..
Comment by cicik — October 30, 2007 @ 1110am