pendosa
Ruangan itu begitu agung, berbau wangi semerbak dengan pintu-pintu yang dihiasi semburat emas yang memukau.
Ada begitu banyak orang berada didalamnya, dengan pakaian yang indah, wangi dan bersih. Mereka semua berwajah bahagia…
Tapi ada satu orang menelisip dalam kerumunan orang dalam ruangan itu. Walaupun berbaju mewah dan indah, namun muka orang itu tak bersinar layaknya yang lain. Dia sengsara, meradang, nanar matanya menatap lurus kedepan. Telinganya tuli, dia selalu berusaha membuka mata dan telinganya serta berusaha bebaur dengan orang-orang itu…tapi dia tak mampu. Bajunya yang indah dia serakkan, dia berlari dan berusaha berlari kedepan, menguak kerumunan, ke seseorang yang menjadi mentor, pusat dari semua hal yang ada disitu. Seseorang, agung dan semua hal yang ada dalam dirinya bersinar. Orang itu tersungkur…dia menangis, tak kuasa matanya memandangnya, kehinaan dalam dirinya membuatnya berasa nista, tak mampu ia berjalan lebih mendekat. Tubuhnya terasa terbakar, lidahnya terasa menjuntai…ia tak bisa berkata-kata, ia hanya diam, manangis dan mulai melukai dirinya sendiri…darah mulai mengotori bajunya yang sudah terkoyak.
Orang-orang menjerit, mereka menatap nanar pada orang itu, semua berteriak…ruangan yang tadinya sepi, damai tenang menjadi riuh…
"dasar orang gila.."
"dasar orang ga waras…"
"dasar PENDOSA…"
Dan semua beramai-ramai menggotongnya keluar, meludahinya dan berteriak-teriak. Orang itu, yang adalah seorang perempuan dengan rambut terjuntai ke tanah…berjalan tertatih, di hentakkannya badannya, dan dia menantang balik orang-orang yang sudah membuangnya keluar..
"kalian…tak lebih tidak berdosa daripada aku, kalian yang meniduriku, kalian yang membuang anak-anakku, kalian yang menorehkan cairan menjijikkan ke mukaku, kalian yang selalu bilang bahwa kalianlah yang termulya, terbenar..padahal KALIAN juga SUNDAL!!! kalian tak lebih suci dariku, penjilat, pembunuh, sundal!!"
Dan perempuan itu meraung berlari menembus malam…meninggalkan semua orang yang tak bisa menerimanya, walaupun dia hanya ingin membasuh lukanya dan meratab pada Tuannya…
Dan luka itupun tak kunjung sembuh hingga kini, karena perempuan itu memang hanya meratab namun tak pernah ada keberanian untuk betul-betul datang dan membasuh kaki Tuannya…

jadi teringan postingan lama…
“bagaimanakah kami mesti mengenang perempuan itu yang liang selangkangnya bengkak karena dosa dan sekujur tubuhnya bergetah nanah kena kusta! adakah ia sundal ataukah santa?”
Comment by mata — July 31, 2007 @ 157am
Di Injil Lukas atau Markus (lupa tepatnya) ada tuh cerita soal wanita pendosa yang justru dihampiri Yesus.
Comment by Hedi — July 31, 2007 @ 427pm
ini tentang siapa? ada yg kamu kenali? kalo iya, temani saja, dan kalian berbincang untuk mengurangi sedihnya.
Comment by jeng Endang — August 1, 2007 @ 008am
org yg merasa gak berdosa malah dosanya melebihi org yg dianggapnya berdosa.
Comment by kenny — August 1, 2007 @ 438am
gag punya keberanian dan gag mau juga… berani tp gak mau ya percuma toh, halah sok tahu yah sayah
Comment by danu — August 2, 2007 @ 548pm
wahh berat kiy jedel’e…. sereeem dan cenderung menuju SARA…
hiiii….
Comment by bebek — August 2, 2007 @ 428pm
dusoku yo akeh hehehe (halah malah njegegesss)
Comment by de — August 3, 2007 @ 308am
oh.. dosakah aku mencintainya.. *halah*
Comment by aLe — August 3, 2007 @ 578am
Mbak hampir mirip kisahe Maria magdalena yo
Comment by petrus suratno — September 6, 2007 @ 189am