sepatu
Aku baru membeli sebuah sepatu. Warna hitam dengan hak 2 cm saja. Ada yang menyebutnya sepatu teplek, ada juga yang menyebutnya sepatu pantofel *entah kenapa disebut begitu??atau memang ada story behind that..ahh meneketehe, gak ngurus juga*
Ak paling gak bisa memakai sepatu high heels. Yang walaupun mampu membuat kaki terlihat cantik, tapi aku tak mampu memakainya. Alasan pertama karena saat memakainya kakiku langsung terasa sakit. Alasan kedua, karena rasa sakit itu terus aku tak merasa nyaman. Dan alasan yang ketiga, karena biasanya saat aku memakai sepatu high heels, otomatis pasti terkilir. Kata temanku, kakiku kaki ndeso
.
Yup, begitulah kaki ndesoku. Dan kenapa aku tiba-tiba pengen posting tentang sepatu. Bukan mau pamer atau apa*sepatu doang gitu loh*, hanya saja aku pengen cerita, ngobrol, ngerasani alasanku kenapa aku HARUS membeli sepatu di tengah-tengah tanggalan kosong. Yang artinya gak habis gajian, dan uang tinggal pas-pasan, sesak napas nunggu di recharge lagi.
Adalah temanku bernama Susan(nama sengaja disamarkan). Tiba-tiba datang tergopoh-gopoh ke ruanganku. Dia bingung karena ternyata sepatu sandal yang dia pakai talinya lepas. Kenapa dia bingung??Pertama karena sepatu sandalnya dia gak punya model seperti iklan menthos, yang saat talinya lepas tinggal di gunting dan dengan PDnya si pemakai memakai sepatunya tanpa tali, Bukan!!! Sepatunya tanpa tali benar-benar terlepas,dan tak bisa dipake-otomatis. Sebagai teman, lagi-lagi aku tak bisa melihatnya mati kutu tanpa sepatu. Akupun meminjamkan sepatu sandal yang aku pakai, karena aku masih menyimpan satu*yang sudah sangat tak layak pakai*di lemari. Dengan asumsi, besok dia akan mengembalikan dan aku tak perlu lagi memakai sepatu sandal butut yang tetap tersimpan rapi di lemari*alasan kenapa aku tak membuangnya adalah karena itu sepatu penuh kenangan-jangan tanya kenangan apa yang tersimpan!!*, kedua karena dia lebih mobile di banding aku. Kerjaanku kebanyakan hanya mondar mandir di ruangan berwarna biru ini tanpa harus bertemu orang-tidak seperti dia.
Singkat kata, sepatuku tidak kembali juga selama 2 minggu. Tak email, bilang sorry. Tak telp, bilang nanti. Tak datangi, bilang lupa gak dibawa. Akhirnya karena gak tahan, aku membeli sepatu baru ini dengan harga yang murmer. Mumpung lagi discount smpai 70% karena HUT RI di toko Cahaya Dept Store. Dan temanku itu, sampai sekarangpun sepatu sandalku belum kembali ke tanganku…entah mungkin dia memang menyukainya atau karena apa…oalah cah-cah…iki jenenge nulung tapi malah kepenthung…hiks

oalah….baik sekali hatimu Dik…?
klo gitu, kita sama Mei, sikil ndeso hehehe….paling ga bisa pake sepatu tinggi, paling tinggi haknya 3 cm.
klo di dlm ruangan lebih asyik pake sandal, sepatu cukup nongkrong di kolong meja.
untuk jalan pulang pergi cukup sepatu teples ber-sol karet, nyaman…..
Comment by evi — August 21, 2007 @ 338am
wah sapa bilang aku netek..hehehe..malah ga sempet pulang je mbak…
Comment by crushdew — August 21, 2007 @ 368am
masalah kaki aku yo rodo ribet mei, soale sikile sing special (seko ndeso!!) gak berani coba2 merek laen.
jgn2 sepatu sandalmu ntar balik namanya bukan sepatu lagi, jadi sandal
Comment by kenny — August 21, 2007 @ 048am
Biasane khan nyeker ta?
:D
Comment by OmSul — August 21, 2007 @ 408am
wah poto sikilmu kok lumayan Me…
Comment by de — August 22, 2007 @ 038am
berarti ada kemajuan mei…
dah rada femina sekarang. ahahaha
Comment by mata — August 22, 2007 @ 538am
Kakinya bagus
…..mampir …kunjungan balasan
Comment by dokterearekcilik — August 22, 2007 @ 238am
resiko. diikhlaskan saja. lebih melegakan!
Comment by kw — August 22, 2007 @ 158am
untunge ndak minjemin daleman ya. hehehe. maap.
Comment by bangsari — August 22, 2007 @ 108pm
oalah sepatu kenangan malah tinggal kenangan jadinya bu… tapi kalo ndak gitu kan sampeyan gak punya sepatu baru, hehehe…
Comment by danu — August 22, 2007 @ 078pm
Itu namanya sepatu terbang bersama kawan… Hahaha!
Comment by budi maryono — August 25, 2007 @ 098am
hehehehe….amaaalll……
Comment by jeng Endang — August 27, 2007 @ 428am