girasku ing panguripan…

August 21, 2007

sepatu

Filed under: just writing

Aku baru membeli sebuah sepatu. Warna hitam dengan hak 2 cm saja. Ada yang menyebutnya sepatu teplek, ada juga yang menyebutnya sepatu pantofel *entah kenapa disebut begitu??atau memang ada story behind that..ahh meneketehe, gak ngurus juga*

Ak paling gak bisa memakai sepatu high heels. Yang walaupun mampu membuat kaki terlihat cantik, tapi aku tak mampu memakainya. Alasan pertama karena saat memakainya kakiku langsung terasa sakit. Alasan kedua, karena rasa sakit itu terus aku tak merasa nyaman. Dan alasan yang ketiga, karena biasanya saat aku memakai sepatu high heels, otomatis pasti terkilir. Kata temanku, kakiku kaki ndesoemoticon.

Yup, begitulah kaki ndesoku. Dan kenapa aku tiba-tiba pengen posting tentang sepatu. Bukan mau pamer atau apa*sepatu doang gitu loh*, hanya saja aku pengen cerita, ngobrol, ngerasani alasanku kenapa aku HARUS membeli sepatu di tengah-tengah tanggalan kosong. Yang artinya gak habis gajian, dan uang tinggal pas-pasan, sesak napas nunggu di recharge lagi.

Adalah temanku bernama Susan(nama sengaja disamarkan). Tiba-tiba datang tergopoh-gopoh ke ruanganku. Dia bingung karena ternyata sepatu sandal yang dia pakai talinya lepas. Kenapa dia bingung??Pertama karena sepatu sandalnya dia gak punya model seperti iklan menthos, yang saat talinya lepas tinggal di gunting dan dengan PDnya si pemakai memakai sepatunya tanpa tali, Bukan!!! Sepatunya tanpa tali benar-benar terlepas,dan tak bisa dipake-otomatis. Sebagai teman, lagi-lagi aku tak bisa melihatnya mati kutu tanpa sepatu. Akupun meminjamkan sepatu sandal yang aku pakai, karena aku masih menyimpan satu*yang sudah sangat tak layak pakai*di lemari. Dengan asumsi, besok dia akan mengembalikan dan aku tak perlu lagi memakai sepatu sandal butut yang tetap tersimpan rapi di lemari*alasan kenapa aku tak membuangnya adalah karena itu sepatu penuh kenangan-jangan tanya kenangan apa yang tersimpan!!*, kedua karena dia lebih mobile di banding aku. Kerjaanku kebanyakan hanya mondar mandir di ruangan berwarna biru ini tanpa harus bertemu orang-tidak seperti dia.

Singkat kata, sepatuku tidak kembali juga selama 2 minggu. Tak email, bilang sorry. Tak telp, bilang nanti. Tak datangi, bilang lupa gak dibawa. Akhirnya  karena gak tahan, aku membeli sepatu baru ini dengan harga yang murmer. Mumpung lagi discount smpai 70% karena HUT RI di toko Cahaya Dept Store. Dan temanku itu, sampai sekarangpun sepatu sandalku belum kembali ke tanganku…entah mungkin dia memang menyukainya atau karena apa…oalah cah-cah…iki jenenge nulung tapi malah kepenthung…hiks

12 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2007/08/21/sepatu/trackback/

  1. oalah….baik sekali hatimu Dik…? :D

    klo gitu, kita sama Mei, sikil ndeso hehehe….paling ga bisa pake sepatu tinggi, paling tinggi haknya 3 cm.
    klo di dlm ruangan lebih asyik pake sandal, sepatu cukup nongkrong di kolong meja.
    untuk jalan pulang pergi cukup sepatu teples ber-sol karet, nyaman….. :) :)

    yoi, aku juga..hanya aku gak mau repot gonta ganti gt vi..ya aku pake sepatu teplek dari rumah sampe pulangnya juga..hehe

    Comment by evi — August 21, 2007 @ 338am

  2. wah sapa bilang aku netek..hehehe..malah ga sempet pulang je mbak…

    loh kamu dmana wi sekarang??

    Comment by crushdew — August 21, 2007 @ 368am

  3. masalah kaki aku yo rodo ribet mei, soale sikile sing special (seko ndeso!!) gak berani coba2 merek laen.

    jgn2 sepatu sandalmu ntar balik namanya bukan sepatu lagi, jadi sandal :D

    haha..hidup sikil ndeso!!!

    Comment by kenny — August 21, 2007 @ 048am

  4. Biasane khan nyeker ta?
    :D

    nyeker neng ndi sik ;D

    Comment by OmSul — August 21, 2007 @ 408am

  5. wah poto sikilmu kok lumayan Me…

    wahaha..dudu, kui hasil nyolong=D

    Comment by de — August 22, 2007 @ 038am

  6. berarti ada kemajuan mei…
    dah rada femina sekarang. ahahaha

    hmmm….kemajuan darimana ta??

    Comment by mata — August 22, 2007 @ 538am

  7. Kakinya bagus :) …..mampir …kunjungan balasan

    makasih pak dokter, btw pertanyaanku rong d jawab=(

    Comment by dokterearekcilik — August 22, 2007 @ 238am

  8. resiko. diikhlaskan saja. lebih melegakan!

    sepertinya begitu…

    Comment by kw — August 22, 2007 @ 158am

  9. untunge ndak minjemin daleman ya. hehehe. maap. :D

    *jadi ingat postingannya mas kampret yang ngeshoot orang jualan daleman warna pink…hoiiii laris manis tanjung kimpul…*

    Comment by bangsari — August 22, 2007 @ 108pm

  10. oalah sepatu kenangan malah tinggal kenangan jadinya bu… tapi kalo ndak gitu kan sampeyan gak punya sepatu baru, hehehe…

    hmmm…pasti mocone sambil mlayu yo pak..hehe

    Comment by danu — August 22, 2007 @ 078pm

  11. Itu namanya sepatu terbang bersama kawan… Hahaha!

    Comment by budi maryono — August 25, 2007 @ 098am

  12. hehehehe….amaaalll……

    Comment by jeng Endang — August 27, 2007 @ 428am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham