Dr. Supijati
Mau cantik itu harus sakit…
Omongan itu sering banget tak dengar maupun tak baca, tapi selama ini aku gak terlalu ngeh. Bagi aku kalau mau cantik yo mesti inisiatif. Ternyata keinisiatifanku bisa berbuah hal-hal yang tak menyenangkan, karena mencoba sebuah produk baru yang terlihat menarik dan aku yakin tambah bikin semlohe makeup aku awet sampai sore tanpa perlu repot-repot re-touch lagi malah tambah bikin wajahku yang sensitif berjerawat jadi ladang jerawat. Benar-benar tak ada tempat buat numbuh lagi
Mau ga mau harus pergi ke dukun dokter untuk ngebenerin apa yang ga bener. Tanya sana sini, informasi tentang dokter kulit yang bagus, akhirnya karena disesuaikan dengan budget yang ada(maklum dokter seperti itu larange ra karuan, mana tanggal tua dan ga bisa di reimburse) aku memilih dokter Supijati di daerah ciledug. Berdasarkan testimoni banyak teman, dokter ini disarankan untuk segala macam masalah kulit, plus murah meriah.
Dengan semangat 45, sore kemarin aku kesana ditemani suami tercinta. Kesan pertama tak terlalu menggoda, tak ada kesan ramah di wajah-wajah yang duduk di front desk. Apalagi saat aku diharuskan facial, itu benar-benar FACIAL PALING MENGERIKAN YANG PERNAH AKU ALAMI. Kasar, dan sangat bikin tak nyaman, benar-benar BARBAR. Well, aku tak akan mau lagi facial disana, kesana hanya untuk bertemu dokter dan nebus obat, NO MORE FACIAL. Soal dokternya, lumanyan. Sangat informatif dan CANTIK dengan muka tanpa cela. Jumat minggu depan aku harus kembali untuk kontrol dan *mungkin* menuju proses kedua peMERMAKan pengobatan.
Soal biaya, seperti yang aku bilang diatas, sangat murah dibanding dokter spesialis kulit dan kecantikan yang lainnya. Kemarin, aku hanya habis 70ribu untuk jasa konsultasi, 90ribu untuk seluruh obat(yang terdiri dari pembersih, toning, sabunmuka, obat jerawat, obat bisul, foundation cair dan bedak), 25 ribu untuk facial(mungkin karena murah ya jadi mereka bisa melakukan tindakan barbarian pada wajahku..HUH!!) jadi total tak lebih dari 200ribu. Bandingkan dengan pertama kali datang ke classic, anda harus siap min 350ribu, sama juga dengan di natasya atau malah RH yang anda harus siap sekitar 500rb untuk sekali datang. Kalau bisa di reimburse tak masalah, tapi bila aku harus menbudgetkan dari uang rumah tangga, bisa-bisa dana yang ada tak akan bisa sampai akhir bulan
Yup, doakan saja semoga ladang jerawat di muka saya membaik, sehingga saat ada undangan kopdar dari si ratu kopdar(lirik simbok) aku gak akan mangkir lagi karena malu bertemu dengan anda-anda sekalian

yo…tak doain muka mu ga ancur meneh
makanya jangan suka coba-coba yg belum pasti.
lah, alkohol 70% kok buat muka, piye sih bu suster iki…? hahaha….
Comment by evi — September 20, 2007 @ 059am
yg penting rajin mbersihin muka, gak usah gampang tergiur produk baru apalagi kalo sensitif kulitnya. Yakin aja bisa cantik alami selama bersih.
Comment by jeng Endang — September 20, 2007 @ 279am
walah mbak, mesti wis mringis2 kelaran…hehehe..
oke deh mbak..kapan2 maen ke bintaro…
mudik no mbak mengunjungi Pagu..tgl 11 sore numpak kreta gajayana..
Comment by crushdew — September 20, 2007 @ 009am
wes…trimo en ae nasibmu sebagai produsen jerawat duite nggo nraktir aku aeee. wong wes payu ae lhooo. ngko nek koen dadi ayu, bojomu malah pangling
(pissssss….)
Comment by de — September 20, 2007 @ 499am
weleh ada apa dgn wajahmu mei, kliatannya ok2 aja geeetu (klo liat pic sih )
Comment by kenny — September 20, 2007 @ 159pm
huahahaha….kasiaaannn…
dianiaya para asisten dokter kulit yo, mei???
Comment by venus — September 22, 2007 @ 419pm