girasku ing panguripan…

September 28, 2007

pilihan hidup

Filed under: just writing

Siang hari, disela-sela cetting dan blogwalking ada teman dengan mata bengeb datang. Ngobrol sana sini, dan akhirnya berkutat ke urusan "kenapa kaum laki-laki/suami itu kebanyakan lelet, pikun dan banyakan ngeselin", atau "knapa suaminya sering banget marah-marah" atau "banyak lagi yang lainnya".

Ada teman yang suaminya adalah segalanya. Man powernya kuat. Dia pemegang kendali atas segalanya. Dia mengurus segalanya, sampai ke baju sehari-hari sang istri. Temanku ini  pernah berkomentar pdaku saat dia main kerumah *aku yang sehari-hari dirumah sering memakai atasan tanpa lengan dan celana pendek-secara jakarta panas sekali dan aku kepanasan*. Komentarnya," Mei, kamu boleh ya ma suamimu make baju gt?? aku gak boleh lo, walaupun panas-panas aku selalu harus make baju dengan lengan dan celana selutut".

Ada teman yang suaminya sangat flekmatis. Katanya, kalau ngomong sama suaminya itu harus RATUSAN kali, karena suaminya akan lupa dan gak melakukan apa yang mereka sudah sepakati. Sedihnya lagi, mereka punya 3 anak. Dan suaminya ini hanya akan melakukan, biasanya 30menit setelah sang istri ngamuk-ngamuk dan suaranya habis untuk teriak. Kita menyebut suaminya lalapan, karena dia memang hanya bergerak saat istrinya ngamuk.

Suamiku*ga adil aku ngomongin suami orang klau bojoku sendiri gak tak omongin-haloo mas agus..muach..* lucu, baik dan gembulemoticon. Hanya suka makanan yang sudah terbiasa dilidahnya, dan ini kadang menyusahkan. Maniak tempe dan ngambek kalau aku masak sesuatu yang berbau sosis. Benar-benar ga disentuh. Aku jarang bisa ngomong sama dia, dan aku paling sebel kalau dia banyak tidur dan menerima telepon dari temannya*laki-laki tentu saja* pada saat dia sedang off karena bisa berjam-jam. Termasuk type yang flekmatis juga dan self oriented.

Kenapa seorang wanita menikah???? ini adalah murni hasil obrolan kita, para wanitas yang sudah menikah dan sering berbagi masalah. Satu, supaya dilihat normal oleh komunitas, kultur dan lingkungan yang sudah mendoktrin bahwa hanya yang menikah yang normal. Kedua, supaya terlihat SOLD OUT, jadi saat usia semakin menanjak dan wajah tak lagi sesegar bunga gak masalah, karena sudah ada yang mau ini. Ketiga, kasarnya ben ono seng ngante’si. Jadinya kita bisa hamil dan meneruskan silsilah keturunan. Tidak hanya dipakai untuk pipis dan menstruasi.

Masalah-masalah setelah menikah membuat kami, kaum perempuan kadang berpikir bahwa keenakan-keenakan saat masa menjadi hunter tak lagi banyak didapatkan. Kami tak bisa lagi seenaknya sendiri, semua hrus serba kompromi, gak boleh ini-itu(kasus temanku-untung suamiku baik jadi ga ngelarang-larang), harus ngurus anak, harus bangun pagi buat nyipain semuanya, huuffff berat nian kadang terasa.

Hidup memang pilihan. dan tiap pilihan selalu ada konsekuensi-konsekuensi yang harus ditanggung. Dan kita tetap harus siap dan bertanggungjawab atas pilihan yang kita ambil. Menjadi single abadi atau menikah. So, teman, tetap semangat…walaupun mungkin suamimu kali ini sangat menjengkelkan, dia pilihanmu darling. Ada teman yang bilang ke aku, saat kita memilihnya, kita harus terima satu paketnya. Baik yang buruk maupun yang baik..emoticon(haloo kangen aku karo kowe)

Wes ra sah bengeb maneh..ayo mesem, dan semangat menghadapi dunia..ingat wae anakmu seng lagi lucu-lucune nekemoticon, dee obat segalanya lo..!!!

12 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2007/09/28/129/trackback/

  1. aku ho oh… :D

    halah..maksudmu om???

    Comment by Paket liburan kaleee... — September 28, 2007 @ 449am

  2. hehehehe….buatku menikah itu bukan untuk kehilangan kebebasan, kebetulan hubby ga pernah ngelarang ini itu, tapi sebagai istri ya harus menjaga jadi ga neko2 gitu….semua dibatasi dewe.

    beruntunglah kita agk punya suami seng nglarang-nglarang mbak =)

    Comment by wieda — September 28, 2007 @ 219pm

  3. setuju sama mbak wieda (cieeee…sekarang aku ber-mbak2 ke dia lhoh)

    lhah terus mbok????

    Comment by venus — September 28, 2007 @ 059pm

  4. lagi mei, habis nikah malah ter openi (kopen) hahahah lucu bosone ki

    bukanne ora kuwalik yo em??awakke dewe seng ngopeni???

    Comment by kenny — September 28, 2007 @ 209pm

  5. @venus, lho? aku harus ikutan manggil mbak ya ke bu wieda itu?
    wis yo…ojo ditinggal pacaran meneh sing gak jelas….tak pites kowe…

    weitttt…mbayu ayu jok buka rahasia!!!

    Comment by endang — September 29, 2007 @ 169pm

  6. mesakkno tenan koncome me

    iyo, khilangan kebebasan yo =(

    Comment by jeng njenthit — September 30, 2007 @ 549am

  7. dah trima aja…dah pilihane kan?
    mo gimana lagi coba…?

    trimo ing pandum yo =)???

    Comment by evi — October 1, 2007 @ 0010am

  8. belum kepikiran menikah…

    ayoo ayooo nikah =)

    Comment by crushdew — October 1, 2007 @ 5110am

  9. Aku jarang bisa ngomong sama dia, dan aku paling sebel kalau dia banyak tidur dan menerima telepon dari temannya*laki-laki tentu saja*

    Bagaimana dong reaksinya kalau yang menelpon itu perempuan??? ini gak adil tidak ditulis..
    btw, enak g enak punya pasangan, tetap dambaan setiap wanita/lelaki .. :) bener gak mbak??

    wahahahaha…ndak tau saya..kalau anda tanya saya, ya iya…wong saya emang memilih menikah timbang melajang =)

    Comment by Kurt — October 1, 2007 @ 5810pm

  10. ya begitulah. ada positip dan negatip nya, wajar. tinggal bagaimana menyikapinya :)

    yupiii..emang betul mas =)

    Comment by kw — October 2, 2007 @ 3610am

  11. ketika menikah memang ada keterikatan satu sama lain tp kebebasan masing2 individu kan gak bisa dihilangkan gitu aja dong. sepanjang ngerti batas2nya kayaknya gak masalah deh :)

    itu bila ada pengertian antar pasangan mas, tetangga sebelah rumah tiap pagi istrinya nyemir sepatunya dan bahkan masangi kaoskaki dan sepatunya sang suami. sedang suami, hanya berdiri sambil kacak pinggang..weleh weleh

    Comment by danu — October 2, 2007 @ 5410pm

  12. Suami ngak bolek istrinya pake pakean seksi
    atapi suami suka lihat istri orang yg pake seksii
    hiii curang ya

    Comment by cokro — October 23, 2007 @ 0010am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham