pilihan hidup
Siang hari, disela-sela cetting dan blogwalking ada teman dengan mata bengeb datang. Ngobrol sana sini, dan akhirnya berkutat ke urusan "kenapa kaum laki-laki/suami itu kebanyakan lelet, pikun dan banyakan ngeselin", atau "knapa suaminya sering banget marah-marah" atau "banyak lagi yang lainnya".
Ada teman yang suaminya adalah segalanya. Man powernya kuat. Dia pemegang kendali atas segalanya. Dia mengurus segalanya, sampai ke baju sehari-hari sang istri. Temanku ini pernah berkomentar pdaku saat dia main kerumah *aku yang sehari-hari dirumah sering memakai atasan tanpa lengan dan celana pendek-secara jakarta panas sekali dan aku kepanasan*. Komentarnya," Mei, kamu boleh ya ma suamimu make baju gt?? aku gak boleh lo, walaupun panas-panas aku selalu harus make baju dengan lengan dan celana selutut".
Ada teman yang suaminya sangat flekmatis. Katanya, kalau ngomong sama suaminya itu harus RATUSAN kali, karena suaminya akan lupa dan gak melakukan apa yang mereka sudah sepakati. Sedihnya lagi, mereka punya 3 anak. Dan suaminya ini hanya akan melakukan, biasanya 30menit setelah sang istri ngamuk-ngamuk dan suaranya habis untuk teriak. Kita menyebut suaminya lalapan, karena dia memang hanya bergerak saat istrinya ngamuk.
Suamiku*ga adil aku ngomongin suami orang klau bojoku sendiri gak tak omongin-haloo mas agus..muach..* lucu, baik dan gembul
. Hanya suka makanan yang sudah terbiasa dilidahnya, dan ini kadang menyusahkan. Maniak tempe dan ngambek kalau aku masak sesuatu yang berbau sosis. Benar-benar ga disentuh. Aku jarang bisa ngomong sama dia, dan aku paling sebel kalau dia banyak tidur dan menerima telepon dari temannya*laki-laki tentu saja* pada saat dia sedang off karena bisa berjam-jam. Termasuk type yang flekmatis juga dan self oriented.
Kenapa seorang wanita menikah???? ini adalah murni hasil obrolan kita, para wanitas yang sudah menikah dan sering berbagi masalah. Satu, supaya dilihat normal oleh komunitas, kultur dan lingkungan yang sudah mendoktrin bahwa hanya yang menikah yang normal. Kedua, supaya terlihat SOLD OUT, jadi saat usia semakin menanjak dan wajah tak lagi sesegar bunga gak masalah, karena sudah ada yang mau ini. Ketiga, kasarnya ben ono seng ngante’si. Jadinya kita bisa hamil dan meneruskan silsilah keturunan. Tidak hanya dipakai untuk pipis dan menstruasi.
Masalah-masalah setelah menikah membuat kami, kaum perempuan kadang berpikir bahwa keenakan-keenakan saat masa menjadi hunter tak lagi banyak didapatkan. Kami tak bisa lagi seenaknya sendiri, semua hrus serba kompromi, gak boleh ini-itu(kasus temanku-untung suamiku baik jadi ga ngelarang-larang), harus ngurus anak, harus bangun pagi buat nyipain semuanya, huuffff berat nian kadang terasa.
Hidup memang pilihan. dan tiap pilihan selalu ada konsekuensi-konsekuensi yang harus ditanggung. Dan kita tetap harus siap dan bertanggungjawab atas pilihan yang kita ambil. Menjadi single abadi atau menikah. So, teman, tetap semangat…walaupun mungkin suamimu kali ini sangat menjengkelkan, dia pilihanmu darling. Ada teman yang bilang ke aku, saat kita memilihnya, kita harus terima satu paketnya. Baik yang buruk maupun yang baik..
(haloo kangen aku karo kowe)
Wes ra sah bengeb maneh..ayo mesem, dan semangat menghadapi dunia..ingat wae anakmu seng lagi lucu-lucune nek
, dee obat segalanya lo..!!!

aku ho oh…
Comment by Paket liburan kaleee... — September 28, 2007 @ 449am
hehehehe….buatku menikah itu bukan untuk kehilangan kebebasan, kebetulan hubby ga pernah ngelarang ini itu, tapi sebagai istri ya harus menjaga jadi ga neko2 gitu….semua dibatasi dewe.
Comment by wieda — September 28, 2007 @ 219pm
setuju sama mbak wieda (cieeee…sekarang aku ber-mbak2 ke dia lhoh)
Comment by venus — September 28, 2007 @ 059pm
lagi mei, habis nikah malah ter openi (kopen) hahahah lucu bosone ki
Comment by kenny — September 28, 2007 @ 209pm
@venus, lho? aku harus ikutan manggil mbak ya ke bu wieda itu?
wis yo…ojo ditinggal pacaran meneh sing gak jelas….tak pites kowe…
Comment by endang — September 29, 2007 @ 169pm
mesakkno tenan koncome me
Comment by jeng njenthit — September 30, 2007 @ 549am
dah trima aja…dah pilihane kan?
mo gimana lagi coba…?
Comment by evi — October 1, 2007 @ 0010am
belum kepikiran menikah…
Comment by crushdew — October 1, 2007 @ 5110am
Bagaimana dong reaksinya kalau yang menelpon itu perempuan??? ini gak adil tidak ditulis..
bener gak mbak??
btw, enak g enak punya pasangan, tetap dambaan setiap wanita/lelaki ..
Comment by Kurt — October 1, 2007 @ 5810pm
ya begitulah. ada positip dan negatip nya, wajar. tinggal bagaimana menyikapinya
Comment by kw — October 2, 2007 @ 3610am
ketika menikah memang ada keterikatan satu sama lain tp kebebasan masing2 individu kan gak bisa dihilangkan gitu aja dong. sepanjang ngerti batas2nya kayaknya gak masalah deh
Comment by danu — October 2, 2007 @ 5410pm
Suami ngak bolek istrinya pake pakean seksi
atapi suami suka lihat istri orang yg pake seksii
hiii curang ya
Comment by cokro — October 23, 2007 @ 0010am