pim with evi
Jam 4 sore kemarin, daku langsung meluncur ke halte trans-bintaro, tujuan ke PIM. Janjian mau ketemu mamanya Najwa alias Evi. Dengan tiket cukup 10ribu saja dan bus yang nyaman, perjalanan sama sekali gak terasa(rasane koyok menclok wae..loroh wes teko).
Di PIM sekitar setengah5. Secara kesana baru 2 kali, yang pertama kesana sama teman nyari diskonan yang tetep aja mahal untuk ukuran kantongku(aku gak jadi beli waktu itu), dan yang kedua saat makan barengan ultah mami Dewi-teman sekerja, aku sempet keder. Aku, yang tak terbiasa ngeluyur sendirian tanpa pegangan iseng tangan, KEDER…!!! Apalagi karena gak familiar sama tempatnya, sumpah sangat berasa ISENG.
gw di PIM1 keder gw haha.and I am not use to walk alone. halah..haha ——>sent to Evi
Dan sekitar 15menit kemudian bertemulah dengan diajeng Evi. Golek-golekan, akhirnya aku nyamperin dia di depan Hero. Kesan pertama, MENGGODA, Jeng Evi ini tinggi semampai, sangat bertolak belakang dengan saya yang bohay gemuk. Tapi teman tak memandang bentuk badan, latar belakang, status dan segalanya (haha ngomong apa ya gw)
Cipika cipiki, jalan sana jalan sini, akhirnya kita memilih Sapo Oriental untuk bersantab malam.


Hidangannya sangat memuaskan, tempatnya juga lumanyan pewe, pokoknya malam itu kami habiskan dengan cekakak cekikik ga jelas. Secara saya sedang alone d tinggal suami mudik dan dia juga alone karena suaminya kerja, kami bisa ngobrol bebas. sampai gak terasa jam 8 and it was mean my trans bus bintaro sedang dalam perjalanan. Kamipun berpisah setelah laki-laki yang dipilihnya untuk mendampingi hidupnya menjemputnya
. Thanks for lovely evening, thanks juga buat traktirannya
