menjadi orangtua
Menjadi Guest Speaker buat kutil kutil yang masih duduk di kelas bawah itu ternyata menyenangkan. Di tempat kerjaku ini, mereka memang di ajarkan untuk berpikir aktif. Tak ada catat mencatat. Mereka hanya mendengarkan dan harus me-review apa yang baru saja mereka dengar. Ada yang memang langsung bisa nangkep, tapi ada juga yang plengak plengok kek sapi ompong ga ngerti saat di tanya balik karena memang saat aku berbicara, mereka sibuk dengan diri sendiri. Mungkin dia berpikir tentang mau main apa nanti, atau gimana cara yang paling yahud ngusilin teman yang duduk didepannya..hehe, dan mereka mengingatkanku saat jaman masih bersekolah di SDN Kayenlor1. Usil, jahil dan nakal adalah cap bagi aku dan gerombolanku waktu itu.
Jaman aku bersekolah dulu, catat mencatat adalah bagian mutlak yang harus dilakukan. dan hapal menghapal dengan ditemani segelas kopi dan pintu tertutup serta suara radio simbah yang berjaga di luar pintu saat ujian adalah hal yang harus. Jaman sekarang, bagian seperti itu tak ada lagi. Anak anak di ajarkan untuk berpikir kritis, terbuka dan aktif. Guru tak selalu paling hebat. Pertanyaan mereka juga sangat mengagumkan untuk anak seusia mereka. Mereka benar benar anak anak hebat yang bisa mengolah kata dengan hebat dan menjadikannya pertanyaan. Aku yang nggumunan ini lumanyan tertohok…Aku sudah sangat jauh tertinggal…
Anakku, Ningrum sekarang berumur 2,5 tahun. Sudah pintar menyanyi-walaupun nadanya sesuka dia. Sudah pintar ngobrol di telepon dan selalu menjadi nomor satu mengangkat gagang telepon saat terdengar dering telepon. Sudah hapal jadwal tivi kesukaannya dia-Dora, Spongebob, Naruto dan Gaia. Juga selalu minta diputarkan Vcd Dancow tiap jam mimik susunya. Sangat bawel tiap diajak kemanapun. Sudah bisa minta mainan yang dia suka tiap jalan ke mall. Gak berasa, benar benar ga berasa…Proses hamil, melahirkan dan menjadi ibu benar-benar dengan cepat terlewatkan. Arep dadi opo nduk sok lek kowe gede???
Saat kita membesarkan anak, tanpa kita sadari banyak harapan yang kita tanggungkan pada anak. Dan aku yakin, semua harapan itu indah. Semua orangtua ingin anaknya menjadi anak yang baik, sukses dikemudian hari, dan yang pasti bisa membanggakan kita sebagai orangtua. Dan kadang beban itu akhirnya malah membebani anak. Aku tak mau-semoga, menjadi orangtua seperti itu. Sekarang gendukku masih kecil, aku masih bisa me-remind diri sendiri tentang hal itu. Tapi kelak??aku tak tau…tapi yang pasti saat aku mulai melenceng dari tekadku, semoga aku bisa mengingat kembali, bahwa anakku adalah pribadi sendiri yang punya hasrat dan keinginannya sendiri. Tugasku hanya membimbingnya dan membetulkan, saat langkah kecilnya mulai berbelok arah…semoga

(editan ngasal karena kejar tayang..haha)

yoi, emang ga berasa waktu cepat berlalu.
apalagi kalo liat anak kita yg cepat sekali membesar, kyknya baru kemarin masih di perut dan nendang-nendang kalo mboke belum makan atau salah posisi.
iku jan, anake persis mboke nggaya tenan….
Comment by evi — November 13, 2007 @ 3011am
“Semua orangtua ingin anaknya menjadi anak yang baik, sukses dikemudian hari, dan yang pasti bisa membanggakan kita sebagai orangtua. Dan kadang beban itu akhirnya malah membebani anak.”
katanya sih gitu mba, cuman karena saya belum jadi orang tua, jadi ya cuman bisa khawatir aja. maksudnya kuatir nanti kalo jadi orang tua juga beigtu. terus terang saya mbayangin jadi orang tua itu kok ya berat dan susah ya?
Comment by bangsari — November 13, 2007 @ 5811am
tanpa kita sadari banyak harapan yang kita tanggungkan pada anak. Dan aku yakin, semua harapan itu indah… Dan kadang beban itu akhirnya malah membebani anak
Itu memang pertanyaan besarnya ya, Mbak… Bagai mengayuh sampan di sela-sela karang, harus pinter-pinter, mendidik tanpa mengguri, menajamkan tanpa meraut.
Comment by Toga — November 13, 2007 @ 2211am
OOT: Saya masukin ya jadi sahabat. Lagi berkeliaran tengah malam nih…)
Mei, halaman perkenalannya ngga ada ya? Kenalan dong…
)
Comment by Toga — November 13, 2007 @ 0811pm
benar mbak emang gak kroso, wingi isih digendong gendong, saiki wis biso mlayu mlayu dhewe, wingi maem disuapi saiki maunya maem sendiri (biarpun nasine berantakan menuhin ruang tamu……we ke kek). Tapi bener menyenangkan kok jadi orangtua tuh,…setuju ?
Comment by petrus suratno — November 14, 2007 @ 2211am
karena jaman cilik’ane sinau sambil ngupi-ngupi, sampeyan skrg jd kayak begini ini..
salam.
Comment by mbahatemo — November 14, 2007 @ 1111am
cepet gede ya mei, bentar lagi pasti buat kejutan baru yg bisa mengoreksi kesalahan kita sbg orang tua.
Comment by kenny — November 14, 2007 @ 5011am
masih manusiawi…asal nggak kebangetan kan..
Comment by jeng endang — November 14, 2007 @ 3211am
wah ananda wis gedhe yah mei…..semoga langkahnya selalu membuat ibu bapaknya bahagia….wuihhh…tambah gede bakalan pinter protes ke ortunya….hihihihi..nikmati aja mei
Comment by wieda — November 22, 2007 @ 4211am