gift
Betapa tak bersyukurnya hidupku akhir-akhir ini. Lupa akan segala keindahan yang sudah Sang Khalik berikan padaku, kesempurnaan hidup yang betapa sangat aku idam-idamkan dulu. Segalanya menjadi begitu tak berarti akhir-akhir ini, bahkan senyum indah itupun menjadi hal yang sudah sangat biasa.
Aku sadar, menjadi manusia yang hidup dengan segala hal disekelilingnya, menjadikanku banyak berubah. Harta, kasihsayang dan juga ego yang meludak kadang meng-alpa-kanku akan banyak hal. Dan tak seharusnya aku menjadikan orang-orang terdekatku menjadi kambing hitam yang seolaholah menjadi penyebab segala hal yang terjadi dalam hidupku. Kebosanan memang sesuatu yang mematikan, tapi tak seharusnya aku menjadikan hal tersebut untuk kembali menghidupkan banyak hal yang seharusnya sudah mati.
Thanks God I have them…
(episode pengukuhan hati)

Podium
Comment by massnyuss — November 26, 2007 @ 2711am
ambegan sik, mbakyu..
Comment by mbahatemo — November 26, 2007 @ 3611am
saatnya untuk instropeksi diri
/*merenung
Comment by pinkina — November 26, 2007 @ 4811am
selamat berjuang, ndhuk!
Comment by venus — November 26, 2007 @ 4411pm
ikhlas. itu kuncinya.
Comment by evi — November 27, 2007 @ 0111am
memang ada waktunya begitu..rasanya semua pernah melewati yg begini, tinggal beda2 dimensinya.
kontak gmailmu opo?
Comment by jeng endang — November 27, 2007 @ 2411am
itulah manusia yg selalu kurang nrimo
Comment by kenny — November 27, 2007 @ 2011am
wah aku yo kesindir ki krn menghidupkan sesuat yg seharusnya sdh mati. tp apa iya itu harus mati? ah mbuh..
Comment by de — November 27, 2007 @ 3711am
“menjadikan orang-orang terdekatku menjadi kambing hitam”
wah..penyihir ki berarti…
Comment by pitik — November 27, 2007 @ 4211am
makanya jeng, lihat juga keindahan yang remeh-temeh, yang sederhana. jangan liat ke atas mulu … halah, opo seh …
Comment by ndoro kakung — November 27, 2007 @ 1011pm
saya bersyukur buat caffein yang numpuk diotak saya yang bikin saya waras tiap hari..hehehe
Comment by stey — November 28, 2007 @ 1811am