girasku ing panguripan…

December 13, 2007

anakku anak pembantu =(

Filed under: me and fam, uneg-uneg

Iya, anda anda lihat judulnya khan?? tull banget, Ningku semakin parah ketergantungannya sama si mbak yang d rumah =(

Mungkin karena kami sering berganti ganti asisten(yang semuanya diluar kemauan kami, dan murni dari mereka), Ning jadi gampang akrab dengan mbak mbak baru dirumah. Dengan teteh yang sebelumnya juga, sampai nangis nangis tiap ditinggal pulang. Sedih saat itu biasanya langsung tergantikan dengan senyumnya. Tapi kali ini lebih parah…

Ini kali pertama aku memakai mbak asisten yang menginap. Aku yang biasa bangun pagi untuk masak, tetap terjaga tiap jam setengah lima. dan baru sadar kalau di dapur sudah tercium bau nikmat masakan-si mbak sudah masak. Jujur, saya sangat terbantu. Aku gak perlu masak(dan itu yang penting-secara aku memang tak terlalu suka masak). Tapi disatu sisi, aku sedih. Dengan adanya simbak yang menginap, membuat Ning jadi lebih dekat dia. Bahkan sikat gigi malampun maunya sama mbak. Dan bangun pagipun yang dia tanyakan "mana mbak Tina?"

Semalam, saat ritual sikat gigi, pipis, cuci kaki dan mukanya Ning terjadi insiden. Dia ngamuk karena saya yang membantunya. Sedih melihat dia menangis berteriak teriak, tapi aku mau tunjukkan pada dia "Who’s the boss in this house". Aku suruh si mbak kedepan, dan aku handle sendiri dia. Aku bilang sama dia pagi sampai sore sama mbak, sore sampai malam sama ibu. Dia menolak, menangis dan berteriak-teriak memanggil mbaknya sampai muntah. Saat dia histeris, aku menepi dan melihatnya dipintu kamarmandi, mengawasi. Setelah dia capek dan melihat bahwa kemarahan dia tidak berguna, dia mulai menerima. Aku peluk dan minta maaf(karena telah membuatnya tak nyaman, aku hanya mau dia tau-bahwa ibu ada disini untuknya). Dan malam itu setelahnya berjalan lancar.

Bekerja, dan menyerahkan anak pada seorang asisten adalah sebuah pilihan, sama seperti saat aku memutuskan untuk tetap bekerja. Dan aku harus siap dengan segala konsekuensinya. Apapun itu, bahkan bahwa anakku lebih dekat dengan mbaknya ketimbang aku. Mungkin aku harus lebih banyak meluangkan waktu bersamanya, agar dia juga tau bahwa aku-ibunya sangat meyayanginya…

14 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2007/12/13/anakku-anak-pembantu/trackback/

  1. wah hebat ki onok pembokat iso ngeblog :) ) (ngomeni judul) dilarang nesu :D


    aku gak tau nesu kok yu…kecuali terpaksa…wakakaka

    Comment by de — December 13, 2007 @ 1812am

  2. yeah…itulah resiko yg harus kita trima sebagai wanita pekerja.:(
    kadang emang gimana gitu…aku juga merasakan mei, tapi piye meneh?

    nasywa malah lebih parah, pipis ama minah, bikin susu jg minah, makan dgn minah, bahkan mo tidur pun hrs minah di sisinya, lah aku yg melahirkan ini malah di usir je….
    katanya, “awas, bunda ana aja, wawa ama mba inah aja”
    edyan kan! nelongso mei…. :(

    wahhh kamu harus nyoba caraku. aku bilang sama ningrum pagi sampai sore sama mbak, sore sampe malam sama ibu. mau nangis koyok opo tak mbarke…jare kancaku kejam!!! tapi ya harus gitu…nanti dia jadinya tau kalau yang punya power d rumah itu kita-mbokne-bukan pembantu. fyi, wingi saat ningrum nangis, tinah berdiri dsamping aku arep mbelani ngunu..tak sentak tak kon mengarep..haha

    Comment by evi — December 13, 2007 @ 1912am

  3. ma, aku lebih suka ngga beli mainan yg mahal2 tapi aku bisa seharian sama mama.
    aku gak perlu diajak liburan ke dufan soalnya setiap hariku adalah liburan bareng mama…


    muachhhh…elan juga sayang mama(wakakakaka)

    Comment by ning — December 13, 2007 @ 2312am

  4. setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. apapun itu. jadi ftm alias full time mother juga ada enak dan gak enaknya. begitu pula kala memilih bekerja. cuma bgmana caranya meminimalisasikan ekses2 negatif yg dpt timbul. halah, sok ngilmiah :d

    Comment by danu — December 13, 2007 @ 3912am

  5. nek hri libur jeng, handle smua keperluan si Ning sendiri, nda usah melibatkan pembantu mungkin, sak no si Ning. koy murid2ku biyen, moso dijemput sekolah kro mami-ne pd ngga mau, eh giliran babysitternya yg nongol pd hurray smua :(

    Comment by aprikot — December 13, 2007 @ 0012am

  6. ada gak ada pembantu kog trio kwek2 ku tetep aja lengket sama aku. Ya sebisa mungkin klo ada waktu mesti sebentar diluangkan buat ning, kutahu yg kau rasa :D

    Comment by kenny — December 13, 2007 @ 1412am

  7. :D
    apik caramu ngajar jeng..
    patut ditiru

    Comment by Si Om — December 13, 2007 @ 1012am

  8. pembokatmu sexy ga? hahahahaha

    Comment by Hedi — December 13, 2007 @ 2012pm

  9. mengamati tumbuh kembang anak dari kecil sampai besar adalah suatu anugerah yang tak tergantikan… ya kalau bisa kita sendiri yang merawat anak sendiri…. eman kalau tidak mendapat kasih sayang dari orang tuanya selagi mampu…


    hmm iyo sih, cuman aku tetap memilih bekerja nang, selain demi anakku, juga demi diriku sendiri =)

    Comment by Anang — December 13, 2007 @ 5912pm

  10. krn kita udah ngobrolin ini, aku disini cuma arep pamit istirahat yo Mei…..

    Comment by jeng endang — December 14, 2007 @ 3912am

  11. waaa….jadi ingat anaknya adik misanku…..walau tengah malam terbangun dia pasti treak…bibiiiikkkkk.
    Sekarang mereka pindah ke Bandung..dan si bibik ngga bisa ikut….walahhhh repot pot dia

    Comment by wieda — December 14, 2007 @ 3612am

  12. susah juga ya? pengen tetep kerja tapi ngeliat anak jadi lbh deket sama pengasuhnya pasti bikin sedih.

    yah, piye ya, mei? kita ga bisa dapetin semuanya kan? :D

    Comment by venus — December 14, 2007 @ 1912pm

  13. bisa jadi mungkin memang servis mbaknya lebih nyaman hehehe


    yo mesti nyaman,wong namanya pembantu ki gak tau nglarang toh mas, opo opo di turuti =), lek karo mbokne…walah, banyak larangan..hihi

    Comment by kw — December 15, 2007 @ 2012pm

  14. Salam kenal. Rupanya si anak sudah lekat dengan pembantu. Ini ada sedikit trik mendekati kembali si anak.
    1. Usahakan pulang kerja seawal mungkin.
    2. Setiba di rumah, langsung anak dipegang, pembantu diistirahatkan.
    3. Ajak dia menemani kegiatan ibu, mis: cuci muka (pastikan dia pakai baby lotion aja), ajak mandi bersama (tergantung policy masing2 keluarga dan kalo tidak sungkan), makan bersama.
    4. Bermain bersama: main sekolah-sekolahan, jadi penyanyi dgn disyuting pakai kamera/Hp, mengambar bersama (bisa mengunakan cat air acrylic-warnanya lebih memikat anak), membaca buku cerita.
    5. Aktifitas sebelum tidur: cuci kaki, gosok gigi, berdoa bersama, temani dia tidur.
    6. Sebaiknya anak tidur di kamar sendiri sejak bayi. Jangan tidur sama pembantu.

    Yang penting tunjukkan kualitas kita. Kalau pergi jalan-jalan jangan ajak si pembantu, walau agak repot, ibu bisa handel sendiri.

    Semoga sukses dan selamat mencoba.

    Comment by Juliach — December 21, 2007 @ 0412am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham