lembur
Lembur maneh. Sabtu dimana aku harusnya bisa berlehaleha menikmati rumahbaruacara bangun siang, dan bermain dengan sigenduk tergadaikan dengan sejumlah uang yang seminggu lagi bakal aku terima untuk kompensasi lemburku. Ndak datang nanti dikira gak profesional, datang-khok ya ga ngapangapain. Hanya standby, main internet dan mejeng sama CS.
Kalau dipikirpikir, akhirakhir ini aku memang hanya menjalankan segala rutinitas yang berjalan. Tak ada lagi keinginan untuk melakukan kegiatan yang membuat adrenalin mengalir dengan deras. Rasanya aku sudah memasuki zona comfort yang sangat ditakuti oleh sebagian temanku.
Saat rasa nyaman itu datang, apalagi yang kita butuhkan???Kita tak butuh apapun, kita benarbenar menikmati hidup. Suami available, anak siji, omah masio cilik yo onok, kendaraan roda loro warnane abang yang siap mengantar nang ndi2. Opomaneh coba???OOO duit bertumpuktumpuk???Iya itu yang saya ndak punya
. Uang itu datang saat akhir bulan dan menghilang saat tengah bulan-wes biasa iku. Ya saya nikmati, namanya juga cukupe sakmono. Tabungan di Bank?? Nol putul alias ZERO
Lho lha saya khok malih ngelantur….
Sakjane dalam hidup ini apa sih yang musti dicari??? Kalau berbicara tentang kepuasan, manusia memang tak ada puasnya. Maunya lebihhhh terus. Mau ini, mau itu, mau kae, mau iku..wes jan sak taek ndayak kalau di jlentrehkan. Tapi ya balik lagi, sampai kapan kita mengharap banyak hal yang teng trecek itu?? Saya bersyukur dengan apa yang saya capai. Bojo lan anak itu memang anugrah terindah. Ada banyak hal yang kurang, tapi saat kita menjalaninya dengan hati penuh penerimaan (ikhlas kalau kate tetangga) maka bolongbolong yang ada itu tercover semuanya. Yang tampak hanya keindahan dan sesuatu yang layak dinikmati. Masio to bojoku wetenge gede, tapi ternyata enak juga kalau buat pengganti bantal malam hari
.
(aku tadi tuh mau nulis tentang resolusi tahun baru, kenapa yang keluar tulisan gini ya??? mbohlah..namanya juga sedang lembur-halah ga nyambung..xixi)

“Sakjane dalam hidup ini apa sih yang musti dicari??? ” jawabanku : ketiadaan. ketika aku sudah sampai tak membutuhkan apa-apa., ketika aku tak lagi tergantung pada benda-benda.
Comment by kw — December 15, 2007 @ 1712pm
emang wes tahu ndelok taek sak ndayak tho?:D
Comment by kenny — December 15, 2007 @ 0012pm
sakno ne wong ndayak iku di taek-taekno
Comment by de — December 16, 2007 @ 2612am
Seng dilembur sopo jeng?
Comment by Om — December 16, 2007 @ 2112pm
wah…wes iso Mei
awakmu arep ra ngganteni aku lembur? lumayan loh…. keno gawe tuku pager hehehe…..
aku pilih tidur aja
Comment by evi — December 17, 2007 @ 2212am
lembur ki ngelempengin burung kah?:D
Comment by pitik — December 17, 2007 @ 4512am
balik maneh pada judul blog “girasku ing panguripan ” = ayo jalani hidup ini dengan senang hati we ..ke..kek, urip ndek ndonya ki ancene ngene iki anane mbak………..
Comment by petrus suratno — December 17, 2007 @ 5712am
mei nglembur karo ngimpi jalan2 nang ndayak…hihihi
taek sak ndayak biso gawe kompos yak e :d
Comment by wieda — December 17, 2007 @ 3212pm
resolusi 2008 gaya baru :d. lembur kok malah sering :d, ngejar setoran yak, halah.
Comment by danu — December 17, 2007 @ 1612pm