asuransi bumiputera
Semalam saat saya dan teman bersantap di sebuah restoran cepat saji, duduk di sebelah tempat kami makan dua orang wanita dan seorang lakilaki. Dua orang wanita itu duduk berhadap hadapan. Kelihatannya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius. Asuransi. Satu agent satunya calon client. Sang agent wanita berbicara terus sepanjang saya makan. Merat merot, mletat mletot, berusaha sekuat mungkin meyakinkan sang client. Sang client hanya menggangguk angguk, entah sebenarnya ngerti atau kagak. Karena bibir sang agent itu memang berbicara dengan kecepatan bagaikan kilat. The Flash.
Sampai makanan yang kami makan habis tak bersisa, sang agent masih ngomong, merat merot gak jelas.
Asuransi. Saya ikut asuransi BUMIPUTERA. Tepatnya asuransi pendidikan untuk anak saya, yang tiap bulannya kami di harusnya menyetor sejumlah uang, yang kemudian mereka akan membayarkan sejumlah uang pertanggungan tiap anak saya mau masuk sekolah. Saya ikut sejak saya masih hamil, dengan asumsi sekalian menabung buat masa depannya si kecil. Tapi karena baru baru ini kami pindah rumah dan mulai banyak yang harus di betulkan sana sini, kamipun akhirnya meng-cut perjanjian dengan asuransi tersebut. Kami memang mengharapkan uang tersebut untuk tambahan renovasi rumah. Kamipun mengajukan klaim. MUlailah proses itu mulai. Di persulit. Di persulit. Di persulit. Orang yang menguruskan klaim kami ini mulai susah dihubungi. Mulai dari sedang onlenlah, sedang meetinglah, sedang apalah, sedang inilah…saya benar benar tak habis pikir. INI UANG KAMI. Dikarenakan kami memutuskan kontrak, mereka memberikan pinalti sekian persen dengan memotong sejumlah uang yang sudah kami setor sekian tahun(dan itu bukan jumlah uang yang sedikit-setidaknya bagi kami). Apalagi coba???Kenapa prosesnya masih juga dipersulit??? Katanya sebulan, dua bulan, tiga bulan???? Jan Mbahe KEMPOL!!!!
Nyesel saya ikut asuransi pendidikan itu. gak lagi. Gak lagi. Masih mending saya ikut tabungan pendidikan yang berjangka. Kalaupun saya mau break, tinggal datang ke kantor bank yang bersangkutan, dan terkena pinalti, tapi saya bisa LANGSUNG MEMBAWA UANG SAYA SENDIRI. Fyuhhh…esmosi saya nulis ini, tapi mending, daripada saya harus memaki maki sang operator!!!!!
***NgUPDATE!!!! Kami sudah mendapatkan UANG KAMI tanggal 4 Maret 2008 kemarin. Tentu saja dengan potongan hampir sepertiga jumlah total dari uang yang sudah kami setor. Tapi kami bersyukur, dengan uang itu kami akan mulai mager dan mbikin perbenahan di dalam ruamh yang perlu dibenahi
(fyuhh lega setelah penantian panjang)




)




