girasku ing panguripan…

January 13, 2008

burunge sopo???

Filed under: uneg-uneg

Lembur dalam kamus bahasa Indonesia adalah kerja overtime atau kerja yang harus dilakukan diluar jam seharusnya. Kalau kerja seharusnya cuman weekdays ini nambah sampe weekend atau yang seharusnya pulang jam lima, ini nambah sampe pulang jam 12 malam. Apa yang dilakukan kalau sampe malammalam gitu???Kalau aku nanya temanku, biasanya jawaban mereka beragam. Ada yang menjawab ‘yo kerjo rek’, ada juga yang menjawab ‘nontok gambar porno’, ada juga yang njawab’ aku senang lembur karena sekalian sama ngelempengin burung’. What the kamsud???

Ngelempengin burung. Well, sering banget katakata itu diplesetkan, yang merupakan kepanjangan dari lembur. Apa ngelempengin itu sendiri???Aku nyarinyari dikamus ndak ada. Nanyananya sama orangorang bersuku jawa juga ga ngerti(karena nggak ada dalam kamus perbendaharaan kata mereka). Akhirnya aku nanya sama teman yang bersuku bangsa betawi alias suku asli orang Jakarte. Ngelempengi di ambil dari kata lempeng, yang artinya LURUS. Burung, itu simbolik sebagai alat kelamin lakilaki. Kenapa disimbolkan sebagai burung, kenapa bukan kembang putri malu, atau sekalian benda yang menyerupainya yaitu pisang or banana, or gedhang??? wah mboh, saya ndak nanyananya(mungkin para lakiklaki tau alasannya???).

Jadi Lembur alias ngelempengi burung ya meluruskan penis. Sebenarnya kalau dipikir dengan logika, saat seorang lakilaki memakai CD alias celana dalam, dia harus menegakkan alias meluruskan penisnya keatas. Untuk kelancaran peredaran darah dan tentunya juga untuk kepraktisan serta rasa nyaman. Aku pernah bertanya pada suamiku, kenapa gak dibiarkan tertekuk atau dibiarkan sembarangan. Dan dia menjawab, kalau seperti itu dia memakai celanapun tak nyaman, dan tentunya bila hal itu terjadi dia akan terganggu sepanjang dia bercelana panjang. Jadi kalau nglempengi=meluruskan ya itu kata kata yang wajar. Trus lha kenapa khok kalau ada yang mendengar kata kata seperti itu trus ada yang TERSIPU MALU dan langsung kehilangan kata kata-wahh dia musti diajarkan sex education ntuh….

Ahhh mbohlah, semoga postingan saya ini ndak nyinggung sapasapa, saya hanya sedang iseng. Maklum LEMBUR, mau ngelempengi burung ndak punya burung, jadinya ya ngelempengi jari aja…ayo ada yang onlen ndak???(eh aku punya banyak PR ya…hiks)

6 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://meilinpruwita.blogsome.com/2008/01/13/burunge-sopo/trackback/

  1. kalo ada burung yg kriting ato ber-relief asik kali ya..sensasinya itu lho kekekeke


    onok, tapi uripe karo listrik…walah di bahas wakakakaka…gendeng…haha

    Comment by de — January 13, 2008 @ 171am

  2. hahahahah golek burung sing ukiran? sebelah mejo gak duwe burung po mei? :D

    sebelah mejoku kulkas=(

    Comment by kenny — January 13, 2008 @ 431am

  3. ah, aku ngerti kok sex education…..tapi yo tetap tersipu malu….hayoooooooo……

    hihi…kurang mendalam berarti sex educationnya…wakakaka*kabooorrr*

    Comment by jeng endang — January 13, 2008 @ 271pm

  4. Burung-burung terbang selalu lurus ngak bisa bengkok
    Kecuali di jepittttttttt

    Comment by cokro — January 15, 2008 @ 411am

  5. hihihi yen ngelempengin dalam bayanganku kui…kriting njur di re bounding….hehehe
    yen burung di re bounding juk piye yo mei?

    Comment by wieda — January 15, 2008 @ 081am

  6. Wach perlu resep itu Mbak Wienda tuk nglurusin burung yang bengkok, opo mei resepe

    Comment by cokro — January 21, 2008 @ 091am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham