asuransi bumiputera
Semalam saat saya dan teman bersantap di sebuah restoran cepat saji, duduk di sebelah tempat kami makan dua orang wanita dan seorang lakilaki. Dua orang wanita itu duduk berhadap hadapan. Kelihatannya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius. Asuransi. Satu agent satunya calon client. Sang agent wanita berbicara terus sepanjang saya makan. Merat merot, mletat mletot, berusaha sekuat mungkin meyakinkan sang client. Sang client hanya menggangguk angguk, entah sebenarnya ngerti atau kagak. Karena bibir sang agent itu memang berbicara dengan kecepatan bagaikan kilat. The Flash.
Sampai makanan yang kami makan habis tak bersisa, sang agent masih ngomong, merat merot gak jelas.
Asuransi. Saya ikut asuransi BUMIPUTERA. Tepatnya asuransi pendidikan untuk anak saya, yang tiap bulannya kami di harusnya menyetor sejumlah uang, yang kemudian mereka akan membayarkan sejumlah uang pertanggungan tiap anak saya mau masuk sekolah. Saya ikut sejak saya masih hamil, dengan asumsi sekalian menabung buat masa depannya si kecil. Tapi karena baru baru ini kami pindah rumah dan mulai banyak yang harus di betulkan sana sini, kamipun akhirnya meng-cut perjanjian dengan asuransi tersebut. Kami memang mengharapkan uang tersebut untuk tambahan renovasi rumah. Kamipun mengajukan klaim. MUlailah proses itu mulai. Di persulit. Di persulit. Di persulit. Orang yang menguruskan klaim kami ini mulai susah dihubungi. Mulai dari sedang onlenlah, sedang meetinglah, sedang apalah, sedang inilah…saya benar benar tak habis pikir. INI UANG KAMI. Dikarenakan kami memutuskan kontrak, mereka memberikan pinalti sekian persen dengan memotong sejumlah uang yang sudah kami setor sekian tahun(dan itu bukan jumlah uang yang sedikit-setidaknya bagi kami). Apalagi coba???Kenapa prosesnya masih juga dipersulit??? Katanya sebulan, dua bulan, tiga bulan???? Jan Mbahe KEMPOL!!!!
Nyesel saya ikut asuransi pendidikan itu. gak lagi. Gak lagi. Masih mending saya ikut tabungan pendidikan yang berjangka. Kalaupun saya mau break, tinggal datang ke kantor bank yang bersangkutan, dan terkena pinalti, tapi saya bisa LANGSUNG MEMBAWA UANG SAYA SENDIRI. Fyuhhh…esmosi saya nulis ini, tapi mending, daripada saya harus memaki maki sang operator!!!!!
***NgUPDATE!!!! Kami sudah mendapatkan UANG KAMI tanggal 4 Maret 2008 kemarin. Tentu saja dengan potongan hampir sepertiga jumlah total dari uang yang sudah kami setor. Tapi kami bersyukur, dengan uang itu kami akan mulai mager dan mbikin perbenahan di dalam ruamh yang perlu dibenahi
(fyuhh lega setelah penantian panjang)

wuih, dipersulit ya? aku ikut asuransi pendidikan di danamon sih, mudah2an pas butuh ntar gak ribet
Comment by venus — January 31, 2008 @ 511am
malah gak kepikir ikut asuransi pendidikan, punya nya askes thok.
Comment by kenny — January 31, 2008 @ 181am
eh, melu di niaga aja. kalo lagi butuh gampang kok, temenku ada yg udah ikutan. atau bagus lagi sebenarnya tabungan pendidikan di bank syariah mandiri, aku tertarik tuh.
Comment by evi — January 31, 2008 @ 171am
di BP bulanannya brapa ya?
Comment by mikow — January 31, 2008 @ 401am
mangkaning alias makdarit, mbok ya nenangga tanya kiri-kanan toh jeng seblom asuransi :d. tabungan pendidikan emang enak dan pastinya kita dipaksa tiap bulan buat menabung krn sistemnya autodebet. kalo tabungan mapan, kalo gak salah kalo mo diambil belom jatoh tempo gak kena penalti loh. *kapan saya ditraktir makan
)*
Comment by asu-ransi — January 31, 2008 @ 021am
belum pernah klaim sih, tapi gak semua mestinya yg gak punya itikad baik gitu.
Comment by jeng endang — January 31, 2008 @ 301pm
makanya pake dana pendidikan manulife. dijamin gak ribet. Risk based capital (RBC) kami 293% padahal ketentuan pemerintah cuma 120%.
apa itu RBC? nanti sajah saya jelaskan lewat japri. kebanyakan agen tidak menjelaskan secara rinci produk yg ditawarkan. dia manya main cepet aja. yg penting dapet komisi. kesalahan klien: malas membaca klausul2 dalam polis dan malas bertanya.
jadi kalo mau beli polis asuransi: tanyakan dulu pada si agen berapa RBC perusahaannya. nek cuma 120%, mending beli ke aku aja demikian hehehe.
Comment by agen manulife — February 1, 2008 @ 112am
nabung wae mbak, sewaktu waktu butuh tinggal ambil. Banyak yang nawarin asuransi, aku durung kepincut iki…..
Comment by petrus suratno — February 1, 2008 @ 202am
sebagai agen asuransi,saya pasti menawarkan asuransi pendidikan karena saya telah memahami dari yg belum memahami.Saya pernah mengambil tabungan pendidikan di salah satu bank (?) dari sana saya melihat perbedaannya yaitu proteksinya berbeda apabila orangtua mengalami sesuatu.Dari sisi bunga sangat rendah dibanding dgn asuransi penddikan.Bila anda ingin memahami silakan hub saya lewat email marianipru@yahoo.com
Comment by mariani — February 14, 2008 @ 482am
PERLU ANDA PERTIMBANGKAN!
DAN JANGAN ANGGAP REMEH!
Sering informasi penting ini hanya menjadi informasi yang tak berarti apa-apa… tapi coba Anda menoleh pada diri Anda sendiri setelah membaca dengan seksama dan lengkap… cobalah! Semoga bermanfaat bagi Anda dan pengunjung Blog Anda
PEMBUKA
Apa yang menjadi tujuan utama dalam hidup kita? Kita semua tahu dan setuju bahwa yang menjadi tujuan hampir dan bahkan semua orang di dunia ini adalah Kebahagaan (Hapiness), Kesehatan (Healthy), Kekayaan (Wealthy), dan Produktivitas (Productivity).
Tetapi, apakah ada yang dapat menjamin, bahwa hidup yang akan kita jalani akan berjalan seperti apa yang kita rencanakan atau kehendaki? Tentu tidak bukan?
Atau…apakah kita tahu apa yang akan terjadi esok hari? Jawabannya tentu tidak juga.
Contoh sederhana, apakah Anda tahu bahwa besok Anda akan tekena penyakit-penyakit ringan seperti flu atau batuk? Tentu juga tidak bukan?
Contoh ringan di atas hanyalah 2 kasus ringan yang dapat sembuh dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Tetapi…..dapatkah Anda membayangkan, apabila Anda, Pasangan, atau bahkan Anak Anda terkena suatu keadaan yang disebut dengan KONDISI KRITIS? (Lihat lampiran dibawah ini untuk daftar Kondisi Kritis)
Lalu bagaimana dengan tujuan utama hidup kita? Jawabannya adalah TIDAK TERCAPAI.
Bagaimana dengan keadaan keuangan keluarga yang kita sayangi apabila terjadi sesuatu atas diri kita, seperti terkena salah satu dari kondisi kritis, cacat (baik yang tetap atau sebagian), atau bahkan meninggal dunia? Yang pasti adalah TERGANGGU.
Apakah kita harus menjual harta (apabila kita memiliki harta), meminjam uang (kalau ada orang yang mau meminjamkan uang kepada kita sementara kita dalam keadaan sulit), atau bahkan meminta sumbangan (pertanyaannya, berapa banyak orang yang mau memberi sumbangan dan berapa banyak yang bisa disumbangkan dan berapa lama sumbangan bisa kita dapatkan terus sampai keadaan normal).
Apabila terkena kondisi kritis, misalkan serangan jantung, stroke, kanker, atau tumor, berapa banyak dana yang akan dibutuhkan? Banyak bukan? Sudah banyak kasus seperti ini terjadi, bahkan mungkin itu terjadi pada saudara-saudara kita atau teman-teman kita sendiri.
Misalkan Anda memiliki mobil. Tentunya mobil Anda dilengkapi roda cadangan sebagai perlengkapan standar. Pertanyaannya, apakah Anda juga tahu kapan roda cadangan tersebut akan dipakai? Kapan salah satu dari empat roda akan kempes di tengah jalan atau terkena paku? Jawabannya kembali ke diri Anda masing-masing.
Satu hal yang perlu diluruskan adalah bahwa asuransi tidak dijual untuk menjamin atau melindungi secara khusus jiwa atau nyawa kita. Yang perlu diingat adalah bahwa asuransi hanya melindungi keadaan keuangan kita dan atau keluarga. Tidak ada satu pun atau seseorang atau apapun itu di dunia ini yang sangup menjamin jiwa atau nyawa kita kecuali Tuhan.
Berkaitan dengan hal di atas, saya ada 2 contoh kejadian yang kebetulan terjadi terhadap orang yang berada di lingkungan sekitar kehidupan saya.
Saudara dari adik ipar saya, terkena serangan jantung dan dalam keadaan kritis sehingga harus dirawat di ruang ICU untuk membuat keadaannya lebih stabil. Tetapi kondisinya tidak kunjung membaik juga walupun keadaannya sudah stabil. Bahkan kulitnya menjadi kuning kecoklatan. Kebetulan beliau hanya memiliki asuransi jiwa dan asuransi jiwa tersebut sama sekali tidak dapat membantu keadaan keuangan keluarganya sebelum beliau meninggal terlebih dahulu. Dapat Anda bayangkan bahwa untuk proses penyembuhannya saja, keluarganya harus menjual sebagian besar aset yang dimilikinya, yaitu 1 unit mobil sedan dan 1 unit rumah.
Ironis memang. MEMILIKI PRODUK ASURANSI TETAPI TIDAK DAPAT MEMBANTU SAMA SEKALI di saat mereka amat sangat membutuhkannya. Dan suatu hari dokter pun mengatakan bahwa mereka menyerah. Keluarga sudah pasrah dan tidak lama kemudian beliau pun akhirnya dipanggil oleh-Nya dan beristirahat dengan tenang selamanya.
Contoh lain adalah teman saya sendiri. Teman saya tersebut memliki seorang anak perempuan, umurnya sekitar 11 - 12 tahun. Seorang anak yang cerdas dan terlihat sedang lucu-lucunya dari sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis.
Tapi keluarganya tidak menyadari bahwa bahaya sedang mengancam putri mereka. Suatu hari, oleh seorang dokter, putri yang mereka sayangi tersebut divonis dokter menderita penyakit langka, yaitu “kanker tulang”. Teman saya dan istrinya tidak menyerah begitu saja. Mereka berjuang mati-matian melawan penyakit tersebut supaya tidak membawa “pergi” putri mereka.
Semua harta benda pun dijual satu per satu termasuk rumah dan mobil mereka. Tabungan pun sampai terkuras habis. Sampai mereka harus menghadapi suatu kenyataan di mana mereka kehabisan harta dan harus rela mengontrak rumah. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, putri mereka tercinta pun “pergi” menghadap Yang Maha Kuasa.
Ada yang dapat kita semua simpulkan bersama atas 2 contoh kasus di atas. Bahwa keluarga kita sayang terhadap kita. Keluarga kita tentu saja tidak akan pernah membiarkan kita sakit begitu saja tapa membantu kita. Mereka pasti akan membantu dengan tulus dan ikhlas dengan perhatian dan kasih sayang walaupun harus mengorbankan harta benda dan tabungan yang mereka kumpulkan selama ini dipertaruhkan dan bahkan bisa habis begitu saja. Keluarga akan tetap berusaha mempertahankan orang yang mereka sayangi walaupun pada akhirnya mereka tetap kehilangan orang yang mereka sayangi.
Berdasarkan 2 kisah di atas tadi, ada hikmah yang dapat kita petik. Ada hal penting yang harus kita renungkan. Tanyakan pada diri Anda. APAKAH ANDA BENAR-BENAR SAYANG DAN PEDULI PADA KELUARGA ANDA? SEBERAPA BESAR RASA SAYANG ANDA TERHADAP KELUARGA?
RELAKAH ANDA HANYA MENYISIHKAN SEBAGIAN KECIL DARI UANG YANG ANDA MILIKI UNTUK MEMBELI ASURANSI DEMI KEPENTINGAN ANDA SENDIRI DAN KELUARGA ANDA? APAKAH ANDA TERMASUK TIPIKAL ORANG YANG LEBIH MEMENTINGKAN KESENANGAN DAN KEMEWAHAN TERLEBIH DAHULU? APAKAH ITU YANG DINAMAKAN SAYANG TERHADAP KELUARGA?
APAKAH ANDA BEGITU YAKIN DENGAN KEKUATAN FINANSIAL ANDA YANG ANDA MILIKI SEKARANG INI DAPAT MENGATASI SELURUH MASALAH YANG AKAN DATANG? ALIHKANLAH SEBAGIAN RISIKO ANDA KEPADA KAMI. KARENA KAMI ADA UNTUK MEMBANTU ANDA.
INGAT BELILAH ASURANSI SEBELUM ANDA MEMBUTUHKAN KARENA SAAT ANDA MEMBUTUHKANNYA, ASURANSI TIDAK MEMBUTUHKAN ANDA LAGI.
PENUTUP
Dengan membeli produk asuransi, terutama produk unit-link Prudential, tidak “menyumpahi” orang supaya cepat sakit atau meninggal. Justru sebaliknya. Perusahaan asuransi berharap agar para nasabahnya selalu sehat wal ‘afiat dan berumur panjang. Kenapa? Karena perusahan asuransi dapat memanfaatkan dana tersebut terlebih dahulu untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Oleh karena itu perusahaan asuransi selalu berharap dan selalu mendoakan para nasabahnya selalu sehat dan berumur panjang. Selain itu, untuk mengurangi terjadinya suatu risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi itu sendiri, maka biasanya perusahaan asuransi selalu membagi risikonya di masa yang akan datang dengan perusahaan RE-ASURANSI.
Berangkat dari hal tersebut di atas, maka akan lebih bijaksana apabila kita memilih perusahaan asuransi yang memiliki kualitas dan kekuatan modal yang memadai serta mampu melayani para nasabahnya dengan pelayanan yang berkualitas. Lihat Lampiran di bawah ini tentang RISK BASED CAIPTAL (RBC) untuk lebih jelas mengenai kekuatan modal dari PT. Prudential Life Assurance.
RISK BASED CAIPTAL (RBC)
Dewasa ini istilah Risk Based Capital (RBC) menjadi sesuatu hal yang sangat penting, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pengukuran keamanan finansial atau kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi.
Regulasi pemerintah berdasarkan RBC mengenai kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi diluncurkan ke industri asuransi di Indonesia oleh pemerintah Indonesia di tahun 1999. Beberapa perusahaan asuransi sekarang telah berada di bawah pengawasan khusus pemerintah karena rasio kesehatan RBC mereka tidak memenuhi ketentuan minimum pemerintah.
Secara umum, rasio kesehatan RBC adalah suatu ukuran yang menginformasikan tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi. Semakin besar rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, maka semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.
Dengan rasio kesehatan RBC sebesar 628% per tanggal 31 Desember 2007, maka tingkat kesehatan RBC PT. Prudential Life Assurance sudah jauh sekali di atas ketentuan pemerintah yang hanya sebesar 120%. Selain itu tingkat kesehatan RBC PT. Prudential Life Assurance juga jauh di atas rata-rata perusahaan asuransi lain. Artinya, rasio kesehatan RBC PT. Prudential Life Assurance sudah jauh di atas, meninggalkan pesaing-pesaingnya.
Apa Sebenarnya Rasio Kesehatan RBC Itu?
Risk Based Capital (RBC) suatu perusahaan asuransi pada dasarnya adalah rasio dari kekayaan bersih atau “net worth” perusahaan bersangkutan, yang dihitung berdasarkan peraturan dari standar akuntansi dibagi dengan nilai kekayaan bersih, yang dihitung kembali dengan mengikutsertakan risiko-risiko pemburukan yang mungkin terjadi.
Pengikutsertaaan risiko-risiko pemburukan yang mungkin terjadi tersebut merefleksikan adanya ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan dalam aktivitas sehari-harinya, misalkan saja kemungkinan jatuhnya nilai aset secara jangka pendek akibat investasi pada instrumen yang lebih berisiko. Demikian pula kemungkinan naiknya tingkat hutang akibat perkembangan yang tidak menguntungkan di masa depan dalam hal tingkat suku bunga, tingkat kematian, tingkat putus kontrak, dan lain sebagainya.
Nilai kekayaan bersih yang kedua, sebagai penyebut dari rasio tersebut, sebenarnya merupakan besaran yang semula disebut sebagai Risk Based Capital karena berisikan besaran nilai kekayaan bersih atau capital yang dihitung secara Risk Based.
Perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia harus melaporkan rasio kesehatan RBC mereka ke Pemerintah secara kwartalan dan ketentuan minimum yang ada saat ini bagi rasio tersebut adalah 120%, satu peningkatan sejak ketentuan minimum rasio tersebut dikenalkan sebesar 15% di tahun 1999.
Contact Person
Andreas Catur Putralaksana | K. Kristiana Wijayanti
08125286520 | 08563687248
caturkristin@yahoo.com
YM id : tjatoer
Comment by andreas catur — February 25, 2008 @ 382pm
DAFTAR 34 KONDISI KRITIS
1. SERANGAN JANTUNG
2. TINDAKAN BEDAH BYPASS PEMBULUH DARAH JANTUNG
CORONARY ARTERY BYPASS GRAFTING)
3. ANGIOPLASTI DAN PENATALAKSANAAN INVASIF LAINNYA
UNTUK PENYAKIT PEMBULUH DARAH JANTUNG (HANYA
BERLAKU KHUSUS UNTUK PRUCRISIS COVER 34 DAN
PRUCRISIS COVER BENEFIT 34)
4. PENYAKIT PEMBULUH DARAH JANTUNG LAIN YANG SERIUS
5. STROKE
6. KANKER, KECUALI KANKER KULIT / KANKER YANG
DIAKIBATKAN HIV / AIDS
7. GAGAL GINJAL
8. TRANSPLANTASI ORGAN PENTING
9. TINDAKAN BEDAH KATUP JANTUNG
10. KEHILANGAN KEMAMPUAN BICARA (LOSS OF SPEECH)
11. LUKA BAKAR KRITIS
12. KOMA
13. TINDAKAN BEDAH PEMBULUH DARAH AORTA
14. PENYAKIT PARKINSON
15. KETULIAN
16. PENYAKIT ALZHEIMER
17. TUMOR OTAK JINAK
18. PENYAKIT PARU JRONIK
19. MOTOR NEURON DISEASE
20. MULTIPLE SCLEROSIS
21. ANEMIA APLASTIK
22. MENINGSTIS BACTERIAL
23. KOLITIS ULSERATIF (ULCERATIVE COLITIS)
24. DISABLING PRIMARY PULMONARY HYPERTENTION
25. ENSEFALITIS
26. HEPATITIS VIRAL FULMINAN
27. PENYAKIT HATI KRONIK
28. PENYAKIT CROHN
29. HIV YANG DIDAPATKAN MELALUI TRANSFUSI DARAH
30. TRAUMA KEPALA SERIUS
31. MUSCULAR DYSTOPHY
32. KELUMPUHAN (PARALYSIS)
33. POLIOMYELITIS
34. LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (SYSTEMIC LUPUS
ERYTHEMATOSUS)
Comment by andreas catur — February 25, 2008 @ 412pm
ok saya akan ngobrol sama anda via ym
Monggo Mbak Saya tunggu kedatangannya di YM
Comment by andreas catur — February 26, 2008 @ 162am
Bersahabat Dengan Asuransi
Pada saat salah seorang mengucapkan kata “ asuransi “ di sela sela perbincangan makan siangnya dengan sekelompok temannya, kontan saja beberapa kawan bicaranya memandang aneh kearah sumber kata tersebut sambil beusaha mengatakan “ Please dech………… tidak usah membicarakan asuransi, cari topik lain dech yang lebih seru!! “
Percakapan seperti ini sering kita jumpai di masyarakat luas, masih banyak rekan rekan saya yang kadang merasa alergi apabila pembicaraan mengarah ke Tema “Asuransi “ mereka berfikir hidup itu akan lebih indah tanpa harus direpotkan untuk mempersiapkan kebutuhan asuransi bagi keluarga tercintanya
Sebetulnya tidak terlalu aneh kalu produk asuransi belum dijadikan sebagai kebutuhan utama yang harus dipenuhi seperti kita hari ini membeli rumah ataupun barang mewah lainnya seperti mobil dan berlian bagi seorang wanita. Anggapan mereka kenapa harus “ memikirkan hal hal yang belum pasti terjadi”. Mereka keliru bahwa di dalam memandang kehidupan alam semesta ini Allah sudah memperlihatkan ada siang dan ada waktu malam. Pada saat malam hari segala sesuatunua terlihat lebih gelap dibandingkan dengan siang hari yang begitu terang dan cerah. Dari sini kalau kita sebagai mahkluk hidup mau jeli, terlihat bahwa hidup itu kadang terang kadang gelap gulita ; ada panas , ada hujan dari 2 musim ini pula saya dapat mengambil hikmahnya betapa kehidupan akan mengalami perubahan yang pasti
Sebagai Mahkluk Tuhan yang paling sempurnapun, saya berkewajiban untuk meninggal, tidak mungkin kalau harus hidup terus tanpa batasan waktu.
Oleh karenanya, asuransi adalah sebuah alternatife pengelolaan resiko. Melalui Asuransi ketidak pastian akan menjadi pasti.
Tidak ada satu orang pun diantara saya yang menganggap bahwa “manusia tidak butuh asuransi “ terlepas dari citra negative asuransi di mata masyarakat. Kalau saja hari ini bertemu dengan orang orang yang merasa terbantu dengan suransi, maka citra negativepun berubah menjadi baik dan positif.
Andaikan saya dan anda para pembaca yang terhormat mau menjadikan “asuransi sebagai teman “ Bukan untuk dijauhi seperti halnya “ Musuh “ maka hidup ini akan jauh lebih baik karena segala sesuatunya direncanakan lebih dahulu. Tidak ada satu hal pun dalam kehidupan ini yang berjalan tanpa direncanakan atau istilah umumnya adalah “ Kebetulan . sama halnya menghadapi kehidupan yang semakin sulit dan bersaing. Kenali terlebih dahulu kebutuhan kehidupan anda. Ambil contoh, saya seorang ibu dengan 4 anak, 2 menginjak dewasa dan 2 lagi dibawah 10 tahun. Betapa pendidikan anak anak menjadi isu utama, kebutuhan keluarga kami , suka atau tidak suka, suami dan saya harus dapat memenuhi kebutuhan uang pendidikan bagi buah hati kami
Celakanya dana pendidikan akan semakin mahal dari waktu ke waktu, belum lagi memilih kualitas sekolah yang sesuai dengan harapan orang tua, hal tersebut akan menambah deretan masalah keluarga. Belum sempat memutuskan mencari jalan keluar masalah pendidikan. Di depan kami sudah ada masalah lain yang menunggu yakni tingginya biaya pengobatan rawat inap dan rawat jalan bagi kami sekeluarga.
Adanya pengetahuan asuransi yang suami dan saya pelajari di tempat kerja, membuat masalah masalah itu menjadi lebih ringan. Bagaimana tidak prinsip asuransi adalah, menanggung resiko saya dan keluarga yang selanjutnya dialihkan ke perusahaan asuransi dimana kami membeli polis tersebut. Menanggung seluruh resiko yang ada di dalam kehidupan seorang diri, tidaklah bijaksana. Banyak sekali resiko resiko yang ada dihadapan kita . mulai dari kebutuhan dana hari tua / pension, dana darurat apabila dibutuhkan, dana membangun usaha ( baik pabrik, karyawan, kendaraan bermotor, kecelakaan kerja ) dan masih banyak lagi.
Adalah bijaksana apabila pada hari ini kita mencoba lebih banyak lagi untuk tahu secara rinci manfaat dan memilih asuransi yang tepat.
Beberapa tips menarik yakni :
Kenali kebutuhan prioritas anda, untuk disesuaikan dengan budget yang tersedia
Tanyakan dan minta pendapat pada teman atau keluarga yang telah memiliki dan menerima manfaat asuransi ( mereka tidak akan pernah bohong untuk layanan yang mereka terima )
Carilah informasi lebih mengenai pengetahuan asuransi di media cetak yang saat ini sudah sering diangkat
Belilah kepada para Agen asuransi ataupun Financial planner yang telah memiliki sertifikasi dari lembaga terkait, biasanya mereka lebih bertanggung jawab dalam bekerja.
Mintalah agen atau financial Planner untuk menjelaskan seluruh kewajiban dan hak anda sebagai calon nasabah
Pelajari dengan baik, hokum polis dari produk yangakan anda beli ( bisa minta hukum polis tersebut kepada agennya )
Membeli dari Agen yang full time jauh lebih baik dari pada membeli dari Agen yang bekerja secara paruh waktu.
Cobalah untuk dapat dikenalkan oleh anggota kel;uarga age, sehingga anda akan mengenal lebih baik calon konsultan asuransi anda. Hal ini menghindari hal hal yang negative di kemudian hari.
Bertemu dan berdiskusi langsung dengan leader dari Agen tersebut juga akan membantu anda memahami asuransi lebih detail dan mudah
Carilah Perusahaan asuransi yang claimnya jarang di tolak ( Bisa diikuti melalui surat pembaca yang ada di media cetak )
Yakinkan diri anda, bahwa premi asuransi yang menjadi tanggung jawab anda akan terus dibayarkan untuk menghindari gagal klaim
Selamat bersahabat dengan Asuransi.
Comment by andreas catur — February 26, 2008 @ 132am
Hallo semuanya yang udah jadi agen asuransi ,aku mo gabung ,kalo bisa cabang tangerang aja …
japri aku ya..
trim
Comment by Estu — June 25, 2008 @ 546am
aku juga samgat kecewa pada asuransi Bumi Putera yang dulunya kuangung-agungkan, sebelumnya aku mengukuti asyransi dana bahagia, setelah jatuh tempo aku dibujuk oleh petugasnya untuk mendepositokan ke Bumi Putera sebanyak Rp. 10.000 (sepuluh juta) dan keinginan saya supaya Depositnya hanaya paling lama 2 tahun, ternyata petugasnya tanpa memberi tahukan pada saya dia mendepositokan 5 thn, tina waktunya saya butuhkan kira2 1 thn delapan bulan saya hubungi petugas tersebut, maka dicairkanlah separuhnya bahkan kurang dengan alasan ongkos adm dan asuran atas nama adik saya, ya gak banyak komentar karen kufikir bulan depan aku bisa ambil selluruhnya, en malah dari dari separuh nya saja yg bisa bisa ambil dan seterulnya sekaran untuk duit saya sdh tidak dapat diambil lagi, kira2 1.200.000 karena petugasnya tdk ingin lagi nertemu dengan saya, akhirnya aku berkesimpulan bahwa, seandainya duit yg sebanyak 10.000 tersebut aku tabung di bank paling tidak dapat menghasilah Rp 35.000/bulan dan kalau 1 tahun 8 bln ya silakan hitung sendiri, pada hal deposita aku yg di Bumi Putera malah berkurang terus, kalau di bank kan finalti ya sdh saya sdh bisa terima, krn dibayar separuh2 akhirnya duit tersebut tidak dapat kunakan untuk membayar uang sekolah anak, pesan saya kalau mau asunsi silakan ke bank BUMN, semua mudah dan transparan.
Comment by Norma — July 21, 2008 @ 357am