girasku ing panguripan…

October 30, 2008

I love You

Filed under: hot gossip

New form —> 1st destinatation is to get sign from bos kecil—> 2nd destination is to get sign from bos besar —>Big bos’s secretary return it to me —>I split that form and sending them again to bos kecil’s secretary and my own bos—>my bos signed it and return it to me for my document.

Perjalanan antara menulis di form baru itu sampai akhirnya itu form kembali ke tanganku bisa seharian. Paling lambat telat sehari, tergantung dari tanda tangan bos besar. Form itu terdiri dari 3 bagian, satu aku keep, satu untuk bos kecil’s secretary dan satu lagi u/ my own bos. Perjalan untuk proses form itu sekitar 500meter. Setiap anak yang datang ke UKS harus dapat satu form, kalau dalam satu hari ada 10 anak yang datang berarti 500mx10.

Point plusnya, saya jadi lebih banyak bergerak, saya sudah membuktikannnya. Saya mkan full 3 kali sehari(makan malam sekitar jam 6pm). tapi berat badan saya tidak naik sama seakli. Yahhh walaupun tidak juga turun. Badan terasa lebih segar, nggak ngantuk, dan yang pasti saya ndak terlalu bosen karena harus ngendon di satu ruangan dan menghadapi hal yang sama mulu tiap hari.

Point negatifnya adalah, kaki saya sering kram kalau malam hari. Rasanya betis bengkak. Dan biasanya sesampai di rumah saya ndak punya tenaga buat main lagi sama genduk…duhhh

Jadi kesimpulannya saudara saudara, saya hanya mau bilang kalau berat badan saya stabil. Thanks to new form (Sepertinya ini postingan ga penting…tapi penting bagi saya sebagai memorable betapa berjasanya new form ini buat kestabilan berat badan saya..huhehe)

Dan maaf bagi yang tertipu sama judul, kesalahan ada pada mata anda(ehem)!!

October 28, 2008

menjadi sabar

Filed under: me and fam, uneg-uneg

Minggu sore, saat Pak Pendeta mendoakan orang orang, suamiku berbisik ditelingaku. Katanya aku seharusnya juga didoakan agar aku menjadi lebih sabar. Saat itu aku hanya tertawa geli. Tapi sesaat setelah kebaktian usai, dan saat perjalanan pulang, omongan suamiku mulai menggangguku.

Aku memang manusia dengan typikal emosi yang meledak ledak. Ibarat kompor, gampang panas, tapi juga gampang dingin. Saat muda dulu, aku biasanya hanya menangis dan merokok saat banyak masalah.  Mau marah dan teriak teriak tak ada bahan. Secara saat itu hal hal yang membuatku marah selalu berputar antara hubungan percintaan atau hubungan orangtua-anak. Tapi saat menikah, dan saat mulai merasa nyaman, aku sering sekali menumpahkan kemarahanku pada suamiku.

Tahun tahun pertama perkawinan kami rasanya kepalaku berputar bagai gasing. Ada saja hal hal yang mengganggu. Mulai urusan pembantu, pembagian tugas dalam mengurus anak, keuangan dan sebagainya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai bisa meredam emosi dan aku melihat dan merasakan bagaimana suamiku berusaha membuat semuanya menjadi lancar dan kami mulai menemukan kesejajaran dalam banyak hal dan pemikiran. Perkawinan menjadi sesuatu yang nyaman dan menyenangkan.

Untuk bisa bersabar aku melakukan hal hal preventif saat emosiku mulai merambat naik ke kepala. Contohnya saat masalah bermula dari sikecil, aku meminta salah satu dari orang dirumah untuk membawa genduk menjauh dulu dariku, walaupun itu membuat Ningrum memberontak. Tapi aku butuh sesaat waktu untuk bisa menarik nafas dan meredam emosi yang meletup. Saat semuanya mulai terasa tenang, akupun mulai mendekati anakku yang meronta dan memeluknya. HANYA MEMELUK. Dan saat dia mulai tenang, badannya tak lagi gemetar karena marah aku mulai mengajaknya bicara. Dan semuanya kembali seperti semula. Ningrum senang, akupun senang.

Tapi tak seperti itu pagi ini. Aku gagal menerapkan hal hal yang biasanya aku kerjakan. saat aku diburu waktu untuk berangkat bekerja, Ningrum yang nangis minta agar bisa mengantar sampai depan komplek, Iyuk yang masak sopnya kurang air dan kurang garam, nasinya belum matang, ditambah suami yang belum juga berhasil memhubungi mobil jemputan, membuatku kalap. Aku histeris. Dan aku meneriaki mereka semua. Iyuk, suamiku dan Ningrum. Ya Allah, aku berangkat bekerja dengan suasana hati yang sangat tak nyaman. Aku harus meminta maaf pada mereka sepulang kerja nanti…

October 20, 2008

pembantu oh pembantu

Filed under: me and fam, uneg-uneg

Ehem, saya mau cerita saudara saudara…

Setelah liburan panjang sekitar 10harian yang saya habiskan dengan ‘hanya’ main main sama ningrum, bolak balik keluar masuk mall (walaupun nggak beli apa apa, saya cuman numpang makan ber2 sama anak), suami yang saya harapkan bisa membawa kami nyobain kereta jakarta-bogor atau sudimara - tanah abang, atau sudimara - magdu, sama sekali tak bisa diharapkan. Dia FULL masuk kerja, secara karena dia non moslem. Dia harus kerja rodi nonstop karena kebetulan satu divisinya hanya sekitar 4 orang yang nonmoslem. Sedang kerjaannya mengharuskan ada orang yang standby. Mau cemberut, ngamuk ya nggak bisa. Akhirnya saya memuaskan diri muter muter sendirian dengan ningrum. makan sana, makan sini, nyobain main disana, nyobain main disini. Pokoknya kerjaannya bangun tidur, sarapan, mandi, dandan dan muter naik motor sama ningrum. Panas panas juag hayukkk aja(untung si genduk anaknya doyan jalan juga..hihi)

Hmmmm..urusan pembantu. Simbak saya ndak mbalik, alasannya pengen sama anaknya lama plus didekat kampung dia ada pabrik baru, jadi dia mau kerja dipabrik itu. Yo wes…saya ndak bisa bilang apa apa, secara kalau dia memang maunya begitu. Singkat kata, saya mendapatkan lagi orang baru. Si Iyuk ini seumuran sama Ibu saya. Asli ngawi. Tapi karena sudah terlalu tua, saya agak sungkan tiap mau ngomongin sesuatu sama dia. Ada kejadian lucu, jadi saat pertama akli dia masak nasi, dia lakukan dengan mengukus nasi di kompor…alamakkkkkk!!! Dan sering dia tidak menyalakan tombol on saat dia memasak nasi di rice cooker..omg!!!! Saya mau nempelin jadwal di atas kulkas agar saya nggak banyak omong-eh malah dianya nggak bica baca alias buat huruf. Kemana mana takut - padahal nanti tahun depan si iyuk harus bisa nganterin ningrum sekolah…bagaimana pula nanti..hiks

Mungkin teman teman ada yang punya nasib sama dengan saya????

October 16, 2008

nol

Filed under: uneg-uneg

Walaupun Hati tidak sebening XL dan secerah MENTARI,

Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,

kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan diri dari ROAMING dosa

dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya

yang selalu membuat kita HOKI dalam mencari kartu AS selama kita hidup

karena kita harus FLEXIbel untuk menerima semua pemberianNYA

dan menjalani MATRIX kehidupan ini…

dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA… Mohon Maaf Lahir Bathin.

 

(berhubung saya memakai xl dan tis tis gratissss sampai jam 5 sore, maka xl tetap THE BEST…huhui)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham