help
PLease..ada yang tau gimana naruh gambar / pic di wordpress????
It’s nice to be nice…
Kata kata itu aku dengar dari mulut salah seorang anak di sini. Anak blasteran Inggris-Bangka itu aku juluki the smiling boy. Dia grade 9. Di usianya yang mulai memasuki masa pubertas itu dia pernah bercerita, bahwa dia benci menjadi remaja karena mengutip kata katanya - I hate myself to be a silly boy whose always show off and trying to be nice everytime I saw her -
Biasanya bila dia bercerita dan gelisah seperti itu, aku hanya akan menjadi pendengar yang baik. Peralihan dari masa kanak kanak ke remaja memang merupakan proses yang unik. Perubahan bentuk tubuh, perasaan ketertarikan pada lawan jenis, teman teman yang membawa pengaruh baik positif maupun negatif dan bagaimana cara mereka untuk bisa mengaktualisasikan diri menjadi tantangan yang menakutkan bagi para remaja muda ini.
Hmm….dia juga bertanya tentang mimpi basah ^^;
Ketertarikan pada lawan jenis, mimpi basah dan perubahan bentuk tubuh merupakan hal yang paling menarik bagi dia. SEbenarnya dia sudah mendapatkan pelajaran sex education saat dia masih di grade 7, tapi rasa malunya yang besar membuatnya tak berani bertanya pada gurunya saat itu. Biasanya dia dan teman temannya memang lebih banyak bertanya padaku. Dan tentu saja, aku menjawab sesuai dengan kapabilitasku sebagai staff kesehatan disini.
Saat itu, selain bertanya tentang hal hal itu diapun curhat tentang rasa sebalnya pada seseorang. Tapi tak pernah selintaspun aku melihat perubahan pada raut mukanya. Selalu tersenyum…
Saat dia keluar dari ruanganku, aku berkata padanya - don’t push yourself too hard for smilling, if you don’t want then don’t do that. Dan anda pasti bisa menebak jawaban yang saya dapat…yupz, betul!!! dia bilang -Because it’s nice to be nice nurse- sambil tersenyum…
Aku hanya berharap agar aku bisa mencontoh sedikit saja dari kebebasannya dan kemudahannya untuk tersenyum, agar hidup ini terasa lebih indah ^^
Keinginanku untuk melanjutkan pendidikan (program ekstensi) lagi membuatku dan suami memikirkan keadaan yang sangat sulit kami lakukan. Dengan keterbatasan dana yang ada, bila mau kuliah maka mau tak mau kami harus menitipkan anak kami ke rumah simbahnya di kampung(kediri) selama 2,5tahun - sampai pendidikanku selesai.
Dengan Ningrum dititipkan ke simbah, kami bisa menghemat biaya pembantu, biaya makan berkurang separo, biaya jajan, biaya mainnya adik setiap minggu. Kalau ditotal total bisa untuk mencicil uang kuliah. Akhirnya dengan tekad membara, sore kemarin aku menelepon ibu di Kediri. Ibu, tentu saja tidak keberatan(malah senang). Dan kamipun pulang kerumah dengan keputusan ningrum ikut simbah di Kediri.
Tapi sesampainya dirumah, dan memeluknya, tak terasa airmataku tumpah. Ningrum yang tak tahu apaapa bingung. Apa benar keputusan yang akan kami ambil ini adalah yang terbaik untuk kami, aku, suami dan Ningrum……..(apa yang harus aku lakukan???)

saat tiada jalan, hadapi persoalan, Yesus ada disana, dan memberiku jawaban
pahitnya kenyataan, dan tak mampu bertahan, Yesus ada disana, dan memberiku jawaban
hanya nama Yesus, hanya nama Yesus, hanya nama Yesus, memberiku kekuatan
hanya nama Yesus, hanya nama Yesus, hanya nama Yesus, memberiku kedamaian.
********
Tuhan, kami percaya bahwa Engkau tidak akan pernah membiarkan kami dalam pencobaan yang kami tak mampu hadapi. Kami sudah berkomitmen, dan mampukan kami untuk setia dengan komitmen yang sudah kami buat. Tuhan mohon beri kami kekuatan..amien
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham