gundah gulana
Keinginanku untuk melanjutkan pendidikan (program ekstensi) lagi membuatku dan suami memikirkan keadaan yang sangat sulit kami lakukan. Dengan keterbatasan dana yang ada, bila mau kuliah maka mau tak mau kami harus menitipkan anak kami ke rumah simbahnya di kampung(kediri) selama 2,5tahun - sampai pendidikanku selesai.
Dengan Ningrum dititipkan ke simbah, kami bisa menghemat biaya pembantu, biaya makan berkurang separo, biaya jajan, biaya mainnya adik setiap minggu. Kalau ditotal total bisa untuk mencicil uang kuliah. Akhirnya dengan tekad membara, sore kemarin aku menelepon ibu di Kediri. Ibu, tentu saja tidak keberatan(malah senang). Dan kamipun pulang kerumah dengan keputusan ningrum ikut simbah di Kediri.
Tapi sesampainya dirumah, dan memeluknya, tak terasa airmataku tumpah. Ningrum yang tak tahu apaapa bingung. Apa benar keputusan yang akan kami ambil ini adalah yang terbaik untuk kami, aku, suami dan Ningrum……..(apa yang harus aku lakukan???)


blm biaya klo gi sakit kangen mei….duh wes niat tenan po?
tp apapun keputusanmu kalian, smoga itu yg terbaik aku cuma bisa berdoa smoga semua berjalan lancar oloh..olohhhhh
Comment by kenny — November 4, 2008 @ 4411am
wes mantep tenan…? teganya…teganya….
berdoalah minta yg terbaik pada Tuhan jangan gegabah.
dan apapun keputusanmu, itu yang terbaik Insya Allah
Comment by evi — November 4, 2008 @ 5511am
tujuan sebenarnya apa to, mbak ?
apa nggak dipikirkan juga kalo kangen sama ningrum, tetep ada biaya kesana. lagian nitip ningrum di simbahnya juga kan tetep nyetor biaya buat dia. sama saja kan ? terus apa bisa konsentrasi nantinya ? 2,5 tahun lho. njenengan nanti akan kehilangan momen2 dia waktu kecil, waktu lucu2nya. dan itu tidak bisa kembali. sungguh.
pertimbangkan lagi lah mbak. demi kebaikan ningrum juga.
eh, kok malah nasehati….maaf lho dan salam kenal
Comment by deenee — November 5, 2008 @ 5711pm
alow Mei… lama menghilang yah, comments dikit ah…
“Yakin siap untuk kehilangan waktu ???? Banyak perkembangan batita selama dua tahun, siap untuk kehilangan moment2 itu ???”.
miss u uy….
Comment by first rama — November 6, 2008 @ 3311am
Meski sungguh aku tak punya hak, aku tetap bilang, “Jangan Mei, jangan!” Aku baru aja ngedit tulisan para perempuan pensiunan BRI. SAtu di antara mereka, ketika bicara soal anak, menyatakan, “Kita bisa membuat uang, tapi tidak bisa membuat waktu.” Sekali lagi, “Jangan Mei, jangan!”
Comment by budi maryono — November 6, 2008 @ 2611am
kalau si ningrum dah siap untuk ditinggal ya kenapa tidak, tapi yakin ningrum dah siap ikut embahnya ? siapa tahu masih butuh kamu jeung. ya baiknya dipikir lagi deh… tapi kalau emang itu yang terbaik untuk dilakukan dan merasa kuliah itu penting ya lakukan yang terbaik saja.
Comment by mata — November 7, 2008 @ 1811am
sekolah juga sebuah prestasi…
embuh bu,
tapi percayalah apapun yang terjadi itulah jalan yang terbaik dari tuhan untuk anda
sukses deh bu..
Comment by nothing — November 7, 2008 @ 2811am
pernah dulu ponakan dititip d rumahku di jogja,ampir 1 bulan,
akhirnya malah dia trauma g amau main k rumahku lagi,
bahkan k jogja juga ga mau
kok rasanya berat bilang “ok itu bagus mei”
miss u
Comment by vita — November 11, 2008 @ 5711am
Bacutno Mei tak bantu doa
Mogo lancarrrr
Comment by cokro — November 12, 2008 @ 0711am
kembali ke postingan “doa” lagi mbak, pasti ono jawaban
Comment by piet — November 12, 2008 @ 2311am