girasku ing panguripan…

February 27, 2009

kirik = asu = anjing = dog

Filed under: curhat, eneg

kirik tenan…anak loro tapi kon lembur terus

kirik tenan…sabtu lan minggu mlebu terus

kirik tenan…pembantu nggaplek’i

kirik tenan…gajianku khok wes entek!!!

kirik tenan…kabeh!!!!!!!!!!

February 19, 2009

besengek tempe

Filed under: me and fam, resep simbok

Nyohhh mbok Denok, resep BESENGEK TEMPE/TAHU atawa in indonipunsia dipun kenal juga dengan MOMOH Tempe/Tahu

Bahan = Tempe 1 kotak(disini harganya sekitar 3500-4000) - potong potong kotak sedang, 5 Tahu putih potong jadi 2, goreng setengah matang (bahan bisa di ganti juga dengan telur puyuh atau telur ayam)

Bumbu = Yang dihaluskan : cabe merah 3, bawang putih 3, kunyit setengah ruas jari, kemiri 5, asem sedikit / tomat satu buah(buang isinya), gula putih sesuai selera, garam

Bawang merah 5 buah, iris tipis tipis

Santan kara, Royco atau Masako setengah bungkus

Cara = Goreng irisan bawang merah dengan sedikit minyak, setelah setengah matang masukkan bumbu yang sudah halus, oseng lagi sampai harum dan masukan air kira kira 1,5 gelas(kalau mau yang agak kental ya 1 gelas aja) dan tempe, tunggu sampai mendidih masukkan tahu, setelah matang (mendidih yang ke2 kali) masukkan royco dan terakhir santan kara. Makanan siap di hidangkan

Besengek ini rasanya pedes, manis dan sedikit asam. Jadi kalau resep di atas ndak sesuai sama selera situ, misal kurang pedes atau malah kepedesan, ya tinggal tambahin atau kurangin cabe aja. Plus kemiri harus di uleg yang halus, kalau nggak-pas di makan lagi enak enaknya, mak klethuk-ngunyah kemiri khan(hehe)

silahkan mencoba ^^

 

      

February 17, 2009

Tempe

Filed under: me and fam

Hari ini saya bawa tempe. Iya, tempe yang itu tuh, tempe yang murah tapi enak kalau di masak. Tempe yang makanan favorit suami saya(anak saya trus ikut ikutan). Tempe yang di awal awal kita menikah dulu selalu jadi faktor pencetus pertengkaran..hehe. Jadi ceritanya suami saya minta agar tiap hari tempe goreng itu selalu tersedia disetiap menu makanan yang saya masak. Ya aku emoh rek, lha nggoreng tempe itu juga butuh tenaga jee, mosok sudah masak semur telur kudu juga nggoreng tempe…yang bener wae rek(wes apik kesel kesel sek tak masak’ne..)!!! Alhasil, kami mengambil jalan tengah. Secara saya masak selalu 2 kali pagi dan sore, maka menu tempe hanya akan di sajikan saat sore hari dan tidak pada makanan pagi dan siang hari.

Hari ini saya mbawa tempe karena ada tugas dari kursus Inggris saya. Acara ’show and tell’ ini mengharuskan masing masing dari kita membawa sesuatu yang kita minati. Kenapa saya mbawa tempe, ya karena ini makanan yang mau gak mau harus saya geluti karena saya sudah terlanjur mengawini salah seorang maniaknya yaitu suami saya=)

Mungkin kaum Ibu pasti sudah banyak tau, dengan tempe kita bisa memasak berbagai jenis masakan. saya itung itung sekitar 10 macam masakan bisa memakai tempe sebagai bahan utamanya. Bahkan akhir akhir ini saya juga menemukan yang namanya burger tempe. saya pernah nyoba, tapi rasane ampyang(nggak enak babar blas), masih enak burger daging yang asli (ya iyalahh..hehe). Jadi saya tetap bisa bilang, kalau tempe hanya akan manthabs kalau kita memasaknya dengan resep resep makanan tradisional. 

Saya suka orak arik tempe(sambel goreng tempe)dan momoh tempe. Tapi saya ndak terlalu menyukai tempe goreng. Kebalikan dengan suami saya (dan anak saya), mereka sangat suka tempe goreng, tempe mendoan, tapi tidak untuk tempe yang di bumbui macam macam. Satu jenis masakan tempe yang kami sekeluarga sukai semua adalah tempe bacem. Saya suka, juga anak dan suami saya. Tapi berhubung bikinnya susah dan ribet saya jarang sekali membuat tempe bacem.

So, today I will tell all people in my English class(especially my ‘mr.bule’ teacher) about tempe. Beside tempe, I bring kripik Tempe too (last night, on rainy day I went searching that food around Bintaro, Thanks God that finally I found it)

February 13, 2009

pembokat

Filed under: nggrundelan

Sudah hampir sebulan tanpa asisten yang menginap. Aktifitas sehari hari adalah bangun pagi (4.30am)untuk masak buat pagi dan siang, kerja sampai jam 4.30pm dan sepulang kerja masak lagi untuk makan malam. Bermain dengan anak (tapi pada prakteknya adalah slonjoran sambil mijit kaki dan anak main sendiri-entah main game boy, puzzle atau omah omahan..). Jam 8pm ngeracik bahan untuk di masak paginya dan jam 9pm mberesi anak untuk ritualnya sebelum tidur(sikat gigi, baca cerita, minum air putih)

Jujur saya capek -_-’

Ternyata jadi working mom tanpa asisten yang menginap melelahkan…ada yang punya info pbt???

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham